Penemuan Mayat di Perairan Kayangan Lombok Timur, Diduga Korban Tenggelam di Pantai Lawar Sumbawa Barat

Lombok Timur, PorosLombok.com – Tragedi tenggelam yang menggemparkan Sumbawa Barat berujung pada penemuan mayat seorang pria di perairan Kayangan, Lombok Timur, yang diduga kuat merupakan korban tenggelam dari Pantai Lawar, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat.

Mayat pria yang belum teridentifikasi itu ditemukan oleh Tim Gabungan, yang terdiri dari Sat Pol Airud Polres Lombok Timur, Dit Polairud Polda NTB, Basarnas, dan TNI AL, setelah mendapat laporan dari Crew Kapal Feri KM. Garda Maritim tentang temuan mayat terapung di sekitar Suar/Lampu Merah. Lokasi penemuan berada di koordinat 8°27.759‘S, 116°43.057‘E.

“Kami segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan, dan mayat tersebut dievakuasi dalam kondisi membengkak menggunakan kantong mayat,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Timur  Iptu Nikolas Oesman, .

Tim menggunakan speedboat KP XXI 1002 untuk membawa jenazah menuju Dermaga Barang Labuan Lombok.

Menurut hasil identifikasi awal, korban berjenis kelamin laki-laki dan diduga merupakan korban tenggelam yang hilang beberapa hari lalu. Sejumlah petunjuk menunjukkan bahwa korban tenggelam akibat insiden yang terjadi di Pantai Lawar.

Tragedi bermula pada Kamis (12/12) sore sekitar pukul 17.30 WITA. Dedi Dermawan (28), seorang pemancing asal Sumbawa, terjatuh dari tebing dan terseret arus laut yang sangat deras. Agus Sugianto (34), saksi yang melihat kejadian tersebut, langsung berusaha menolong korban, namun tidak berhasil.

“Arusnya sangat kuat, saya tidak bisa berbuat banyak,” ujar Agus, yang sempat berusaha menyelamatkan Dedi.

Meskipun sempat meminta bantuan dari pemancing lain, upaya penyelamatan gagal karena korban sudah terlalu jauh terseret ke tengah laut. Laporan kejadian diterima oleh Polsek Sekongkang pada pukul 20.00 WITA dan pencarian segera dilakukan. Pencarian pertama pada malam itu terhenti akibat cuaca buruk dan ombak yang tinggi.

Keesokan harinya, Jumat (13/12), tim gabungan melanjutkan pencarian, namun hingga pukul 11.30 WITA, korban belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilanjutkan sepanjang hari dengan berbagai metode, namun hingga sore hari, korban tetap tidak ditemukan.

Penemuan mayat di perairan Kayangan pada Jumat (13/12) ini diharapkan akan membuka jalan bagi penyelidikan lebih lanjut terkait identitas korban. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari Sabtu, 14 Desember 2024, untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU