Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Jami’ Al-Wasilah Desa Rumbuk Libatkan dokter Hewan

LOTIM – PorosLombok.com | Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1444 H atau bertepatan tanggal 29 Juni 2023 M, pengurus Masjid Jami’ Al-Wasilah Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra melaksanakan penyembelihan Hewan Kurban.

Ketua Masjid Jami’ Al-Wasilah Desa Rumbuk, Ir. Saiful Haq Asry mengemukakan, pada hari raya tahun ini pihaknya menyembelih sebanyak 15 hewan kurban, terdiri dari 13 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

“Hari ini kita menyembelih 13 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Tadi kita mulai dari jam 8 dan selesai jam 12,” kata Saiful kepada media ini di sela-sela pelaksanaan kurban.

Hewan kurban yang sudah dipotong akan dibagikan kepada 1630 Kepala Keluarga (KK) di 7 kekadusan. Masing-masing KK diestimasikan mendapatkan 1 kg.

Namun begitu, jumlah keseluruhan yang terbagi melebihi estimasi, yakni sebanyak 1800 bungkus, dimana ada tambahan untuk anak yatim sebanyak 125 orang.

“Alhamdulillah staf desa, kawil, RT, dan kiyai, imam masjid, muazin dan pengurus masjid di tambah dari BKPMRI/Remaja Masjid juga semuanya dapat,” ujarnya.

Tahun ini, tambah Saiful, terdapat tiga kekadusan di Desa Rumbuk yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara mandiri atau tidak terpusat di Masjid. Yaitu kekadusan Nur Mujahidin, Kuang Utik, dan Kuang Derek.

“Di Kuang Derek itu 3 ekor sapi, Nur Mujahidin 5 ekor sapi, dan di Kuang Utik sebanyak 6 ekor sapi,” bebernya.

Dikatakan lebih lanjut, prosesi penyembelihan hewan kurban kali ini dipantau langsung oleh tim dari Puskeswan Kecamatan Sakra, yakni drh. Ni’mah Istianah bersama rekan-rekannya.

Ketua Masjid Jami’ Al Wasilah Desa Rumbuk Ir. Saiful Haq Asry (baju hitam/kopiah) berpose bareng dengan dokter hewan dan panitia kurban

drh. Ni’mah Isti’anah ketika dimintai keterangan oleh media ini menjelaskan, bahwa hewan kurban yang disembelih harus dipastikan dagingnya ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Untuk memastikan daging kurban itu Asuh, pihaknya melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali, yakni ante mortem (sebelum dipotong), dan post mortem (setelah dipotong).

“Alhamdulillah ternyata tadi dari 13 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dipotong, hasilnya, dagingnya dinyatakan Asuh. Jadi memenuhi standar layak konsumsi,” tuturnya.

Pemeriksaan post mortem, jelas dia, untuk mengetahui kesehatan organ yang ada di dalam perut hewan. Menurutnya, hati hewan adalah kunci kesehatan hewan. Jika hati-nya bagus maka yang lainnya juga bagus.

“Dan tadi waktu pemeriksaan hati-nya tidak ada kita temukan sapi yang hatinya tidak bagus, semua yang dipotong tadi sehat semua,” ungkapnya.

Adapun jika ada hewan kurban yang ditemukan hatinya sudah rusak parah, terang dia, maka hati hewan tersebut harus dibuang, sementara dagingnya tetap bisa dikonsumsi. Karena kerusakan pada hati hewan tidak mempengaruhi dagingnya.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU