Remaja 15 Tahun di Selong Coba Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Diduga karena Kurang Perhatian

Lombok Timur, PorosLombok.com – Percobaan bunuh diri dilakukan oleh M. Rendi Pratama (15), seorang pelajar kelas 2 SMP asal Lingkungan Batu Mulut, Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Jumat (18/4) sekitar pukul 16.30 WITA.

Aksi nekat itu terjadi di rumah ibunya, Muliyani (32), yang sontak membuat panik seisi rumah.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung dengan leher terlilit tali nilon yang biasa digunakan sebagai tali ayunan. Tali itu sudah lebih dulu dipasang di kayu usuk rumah.

“Korban ditemukan oleh saksi dalam kondisi leher sudah terikat, dan sempat berteriak,” kata Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman.

Setelah ditemukan, tubuh korban segera diturunkan oleh keluarga yang bergegas datang usai mendengar teriakan.

Penyelamatan dilakukan oleh para saksi yang berada di lokasi. Kursi plastik setinggi 30 cm yang digunakan korban untuk menjangkau tali ditemukan di bawah titik gantungan.

“Kami sudah mengecek kondisi korban di rumah sakit dan memberikan imbauan kepada pihak keluarga agar lebih memperhatikan kondisi mental anak-anaknya,” ujar AKP Nikolas Oesman.

Dari keterangan saksi Diana Fatimah (10), korban dilihat sudah tergantung ketika ia baru saja tiba dari Labuhan Haji. Teriakan Diana segera mengundang perhatian keluarga lain yang masih berada di halaman rumah.

Jeratan di leher bagian kiri ditemukan, namun tidak ada luka di bagian tenggorokan karena telah dilapisi kain oleh korban sebelum gantung diri.

Beberapa hari sebelum kejadian, korban diketahui sempat dimarahi karena merusak sepeda listrik milik adiknya. Setelah itu, korban mengurung diri di kamar dan tidak mau pergi ke sekolah.

“Hari ini korban sempat meminta uang dan diberikan Rp15 ribu. Ia juga sempat meminjam motor, namun tidak diizinkan karena ban dalam keadaan pecah,” kata Yarni, salah satu saksi yang juga kerabat korban.

Setelah tidak diizinkan, korban disebut sempat marah dan menendang lemari, lalu menghilang ke dalam rumah. Sekitar 15 menit kemudian, tubuhnya ditemukan tergantung.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas setempat, namun karena keterbatasan alat medis, ia langsung dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjono Selong.

“Saat ini korban masih dirawat di IGD dalam kondisi kritis dan masih dalam pengawasan medis,” imbuh AKP Nikolas Oesman.

Dari dugaan awal, aksi nekat itu dilakukan sebagai bentuk protes dan upaya menarik perhatian dari keluarganya. Korban merasa bahwa adiknya lebih mendapat perhatian, sementara keinginannya sering diabaikan.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU