Mataram, PorosLombok.com – Petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mendapat kabar baik. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Maret 2025 sebesar 124,99 atau naik 1,94 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.
Kenaikan NTP tersebut disebabkan oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 3,21 persen, yang lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,24 persen.
Dengan kenaikan ini, NTP di NTB menunjukkan tren positif sebagai indikator kesejahteraan petani. Semakin tinggi nilai NTP, menunjukkan posisi tawar petani terhadap hasil produksinya juga semakin baik.
NTP bernilai di atas 100 untuk semua subsektor, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 117,40; Subsektor Hortikultura sebesar 219,24; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 108,32; Subsektor Peternakan sebesar 108,39; dan Subsektor Perikanan sebesar 104,96.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa lima subsektor utama di bidang pertanian dan perikanan di NTB berada dalam kondisi yang relatif menguntungkan bagi petani dan nelayan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi NTB Drs. Wahyudin didampingi Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB Drs. H. Wirajaya Kusuma dan Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy.
Pemaparan tersebut berlangsung saat menyampaikan berita rilis resmi statistik di Aula Tambora BPS NTB, Senin (08/04)
“Alhamdulillah NTP di Provinsi NTB bernilai di atas 100 untuk semua subsektor,” jelasnya. (Arul/PorosLombok)














