Lombok Timur, PorosLombok.com – Penemuan mayat di Parit Belambang, Dusun Suela Lauq, Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, menggegerkan warga setempat, Sabtu (19/4) sore.
Korban diketahui bernama Ridoan alias Amaq Hariyati (61), seorang petani yang berdomisili tidak jauh dari lokasi kejadian. Tubuh korban ditemukan tersangkut di batang pohon kelapa dalam parit oleh salah seorang warga.
“Saksi pertama yang menemukan korban adalah H. Indra. Saat itu dia hendak ke sawah sekitar pukul 15.15 WITA,” ungkap Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nikolas Oesman.
Melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, saksi langsung berteriak memanggil warga lain dan melapor ke kepala dusun. Warga kemudian meneruskan laporan ke kepala desa dan selanjutnya ke Polsek Suela.
Pihak kepolisian bersama tim Inafis dan dokter dari Puskesmas Suela langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Garis polisi pun dipasang di sekitar tempat kejadian.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun lebam mayat,” ujar AKP Nikolas.
Korban diperkirakan sudah meninggal dunia dua hingga tiga jam sebelum ditemukan. Saat kejadian, wilayah tersebut sedang diguyur hujan deras.
Keterangan dari keluarga menyebutkan bahwa korban sudah dua tahun terakhir mengidap stroke. Ia juga dikenal sering berjalan-jalan di sekitar lokasi kejadian.
“Korban juga sering buang air besar di parit tersebut, diduga terpeleset karena saat itu hujan deras,” kata Kepala Dusun Suela Lauq, Muhtar.
Saksi lain, Edi Putrawan, yang tinggal bersama korban, menyatakan terakhir kali melihat korban pada pukul 07.00 WITA. Setelah itu, ia pergi bekerja dan saat pulang sekitar pukul 11.00 WITA, korban sudah tidak ada di rumah.
Pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah. Mereka juga menolak dilakukan otopsi dan telah membuat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.
(arul / PorosLombok)















