Pilkada Lombok Timur terkesan Ada Perang Antar Saudagar “Rabok”

Lombok Timur, PorosLombok.com– Suasana politik menjelang Pilkada Lombok Timur 2024 semakin panas. Berbagai isu mulai beredar, salah satunya terkait harga pupuk, yang mengakibatkan ketegangan di kalangan para calon bupati, seolah terjadi perang urat saraf antar para saudagar “Rabok” (pupuk).

Calon Bupati H. Khairul Warisin, yang berpasangan dengan H. Edwin Hadiwijaya atau akrab disapa H. Iron baru-baru ini menegaskan dalam kampanyenya bahwa persoalan pupuk bukanlah hal yang rumit jika mereka terpilih memimpin Lotim.

“Kalau mau pupuk murah, Kalau Mau pupuknya Normal pilih H.iron selesai sudah itu, yang paling penting sekarang, bagaimana cara kita mencari uang,” ujar H. Khairul, dalam sebuah video yang beredar baru baru ini.

Namun, pernyataan tersebut seolah ditanggapi berbeda oleh H. Burhanudin, Direktur PT Bintang Timur, distributor pupuk di Lombok Timur. Ia menjelaskan bahwa meski kuota pupuk meningkat, hanya sedikit komoditas yang mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat.

“Ketersediaan pupuk untuk musim tanam 2024 ada penambahan kuota dari pusat. Tapi, pupuk ini tidak langka, hanya ada pembatasan untuk tanaman komoditas tertentu,” ungkap H. Burhan.

Ia menambahkan, dari total 73 komoditas yang ditanam petani, hanya sembilan yang mendapat subsidi. Sembilan komoditas tersebut adalah Padi, Jagung, Kedelai, Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih, Kopi, Tebu, dan Kakao. Sementara tanaman lain, seperti tembakau, yang tak mendapatkan subsidi, mengalami kesulitan dalam memperoleh pupuk dengan harga yang terjangkau.

“Jadi, pupuk terasa langka untuk tanaman yang tidak disubsidi. Meskipun ada opsi membeli pupuk non-subsidi, harganya yang selangit membuat banyak petani terjepit,” jelas H. Burhan, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi.

Ia menegaskan bahwa harga pupuk, baik subsidi maupun non-subsidi, sudah ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Surat Keputusan (SK) menteri.

“Jika ada yang mengklaim bisa menyelesaikan masalah pupuk, itu jelas bohong. Pemerintah daerah hanya bisa memperbaharui jumlah penerima pupuk bersubsidi,” tegasnya.

Dengan pernyataan H. Burhanudin yang bertolak belakang dengan janji H. Iron untuk menurunkan harga pupuk, masyarakat kini dihadapkan pada dua narasi yang berbeda menjelang Pilkada. Siapa yang mampu memberikan solusi nyata bagi petani di Lombok Timur? Waktu yang akan menjawab.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU