(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Pondok Pesantren Qudwatul Salihin, yang berlokasi di Kecamatan Jerowaru, kini menyatakan sikap politiknya menjelang Pilkada Lombok Timur 2024. Pimpinan pondok pesantren tersebut, TGH. L. Ainul Maskuro, mengumumkan dukungan penuh kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Iron-Edwin.
Pernyataan dukungan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan yang melibatkan seluruh Dewan Guru dan jamaah di bawah naungan Yayasan Ponpes Qudwatul Salihin. Dalam kesempatan tersebut, TGH. L. Ainul Maskuro menegaskan pentingnya dukungan sepenuhnya dari semua elemen pondok pesantren.
Menurut TGH. L. Ainul Maskuro, dukungan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan kewajiban moral bagi seluruh guru yang berjumlah 180 orang di ponpes tersebut. “Setiap guru harus berjuang keras untuk mendukung pasangan Iron-Edwin dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pemilihan legislatif (Pileg), setiap guru memiliki jatah 20 suara. Namun, dalam Pilkada kali ini, harapannya meningkat menjadi 100 suara per guru. Hal ini menunjukkan betapa strategisnya peran para guru dalam memobilisasi dukungan di masyarakat.
Tidak hanya itu, dukungan juga datang dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Ponpes Qudwatul Salihin, Lalu Husnan Karyadi. Ia menegaskan bahwa semua Dewan Guru dan jamaah harus mengikuti keputusan pimpinan yayasan. “Semuanya harus sami’na wa atho’na untuk mendukung keputusan ini,” tegasnya.
Lalu Husnan Karyadi menilai bahwa keputusan mendukung pasangan Iron-Edwin adalah langkah yang tepat untuk kemajuan daerah. Ia berharap dukungan dari pondok pesantren ini bisa menjadi motor penggerak yang memberikan dampak signifikan dalam kontestasi politik mendatang.
Dukungan dari Ponpes Qudwatul Salihin diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam memenangkan pasangan Iron-Edwin. Dengan kekuatan jaringan dan pengaruh yang dimiliki, pondok pesantren ini bisa menjadi katalisator utama dalam menggalang suara.
Kontestasi Pilkada Lombok Timur 2024 ini semakin menarik dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren yang memiliki basis massa cukup kuat. Semua pihak berharap bahwa dukungan ini bisa membawa perubahan positif bagi Lombok Timur.
(Arul/porosLombok)














