Progress Pembangunan RSUD Masbagik Mengalami Deviasi Positif 2 Persen

LOTIM – PorosLombok.com | Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D Masbagik terus berjalan sesuai rencana. Memasuki minggu ke 12 progress pembangunannya cukup menggembirakan, yakni sudah mencapai 12 persen.

Persentase tersebut mengalami deviasi positif dari yang ditargetkan. Target rencana berdasarkan time schedule hingga pekan ke 12 adalah 10 persen, ternyata dapat terealisasi lebih baik yaitu mencapai 12 persen.

“Per minggu kemarin (minggu ke 12-red) progress saya mencapai 12 persen. Dari timeline saya seharusnya masuk 10 persen. Artinya time schedule saya sudah over leaving 2 persen,” tutur Akhmad Khaerul Munady, ST PPK Rumah Sakit Masbagik, Selasa (21/3/23).

Persentase tersebut belum dicombine dengan progres minggu ini. Untuk memasukkan persentase minggu ini, biasanya setelah dilakukan walking meeting yang dilaksanakan tiap hari selasa dan rabu.

Mengingat sebentar lagi memasuki bulan puasa, maka ia terus menggenjot agar di minggu ini bisa mengalami deviasi positif sebesar 3 persen. Hal itu untuk memastikan progres pengerjaan tetap stabil atau tidak mengalami penurunan sesuai time schedule.

“Karna di bulan puasa itu kan jumlah jam kerja dan tenaga para pekerja kan beda. Nah cara saya untuk mensiasati supaya saya tidak minus di bulan puasa nanti, maka sebelumnya saya naikkan. Sehingga dia tetap akan stabil,” jelasnya.

Dalam pengadaan material, sesuai dengan program presiden Jokowi bahwa pengadaan material harus menggunakan Tingkat Kebutuhan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

“Alhamdulillah TKDN saya yang barang pabrikasi semuanya sudah memenuhi syarat 40 persen itu. Ada yang 100 persen yaitu besi. Kalo besi itu semuanya menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN),” ujarnya.

Disinggung soal kebijakan pemberdayaan tenaga lokal dalam pembangunan RS Masbagik tersebut, ia menjelaskan, bahwa pihaknya memiliki klasifikasi tenaga. Yaitu tenaga ahli terampil, tenaga ahli dan tenaga lokal.

Untuk tenaga yang membutuhkan skill khusus seperti MEP, listrik dan plumbing, kata dia, maka harus didatangkan dari luar dikarenakan kurangnya tenaga lokal yang memiliki skill seperti yang dibutuhkan. Tetapi persentasenya tidak banyak.

Sementara untuk tenaga yang tidak membutuhkan skill, seperti tenaga tukang dengan pekerjanya menggunakan tenaga lokal (dari Masbagik-red) mencapai 70 persen. Sisanya dari luar Masbagik.

Sedangkan untuk pengadaan material akan bergantung pada jenis material. Barang-barang pabrikasi seperti besi dan semen, maka akan didatangkan dari luar. Sedangkan material galian C seperti batu, kerikil dan pasir 100 persen menggunakan PDN.

“Kalo untuk material galian C, kebetulan material galian C kita di Lombok Timur ini terkenal paling bagus. Sehingga 100 persen kita menggunakan produk lokal,” pungkasnya.

(PL-anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU