close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.6 C
Jakarta
Kamis, Januari 22, 2026

Rapor Merah Direksi Lama, PT GNE Kini Dirombak Total dan Diaudit Ketat APIP

(PorosLombok.com)– Borok manajemen lama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Gerbang NTB Emas (GNE) akhirnya dikuliti habis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Rabu (07/01/2026).

Kondisi perusahaan yang sempat “sekarat” memaksa Pemerintah Provinsi NTB melakukan perombakan total demi menyelamatkan aset daerah tersebut.

​Keterpurukan GNE terungkap melalui sederet masalah pelik, mulai dari macetnya penyetoran dividen hingga tunggakan pajak yang menumpuk.

Bahkan, Pemda NTB harus menggelontorkan suntikan dana segar sebesar Rp8 miliar khusus untuk melunasi utang pajak agar perusahaan bisa kembali menjalankan aktivitas manajerialnya.

​Plt Kepala Biro Ekonomi Setda NTB, Marga Rayes, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya bersih-bersih atas kegagalan manajemen sebelumnya.

Ia memastikan bahwa tunggakan pajak yang sempat menyandera perusahaan kini telah tuntas diselesaikan melalui dukungan pemerintah provinsi.

​”Pajak sudah, sudah dibayar makanya kita bisa RUPS ini, karena pajaknya sudah dibayar,” ujar Marga.

​Marga menambahkan, rapor merah jajaran direksi lama kini menjadi atensi serius Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal. Gubernur memerintahkan agar seluruh beban masalah masa lalu diselesaikan secara tuntas agar perusahaan bisa memulai lembaran baru tanpa hambatan.

​”Itu yang dipesan betul sama Pak Gubernur, kita selesaikan yang lama, kita start ulang. Apa yang tidak bagus diperbaiki, yang bagus ya dilanjutkan,” imbuhnya.

​Atas dasar carut-marutnya laporan keuangan periode 2023-2024, RUPS memutuskan untuk menerjunkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Audit investigasi akan dilakukan secara mendalam untuk membedah titik kebocoran anggaran dan penyimpangan yang terjadi.

​”RUPS-nya tadi sudah diterima dengan catatan, akan ada audit internal oleh APIP,” jelas Marga.

​Sejalan dengan evaluasi tersebut, Plt Direktur Utama GNE, L. Anas Amrullah, mengungkapkan bahwa ke depan GNE dilarang keras merambah lini bisnis yang tidak dikuasai. Fokus perusahaan kini dikembalikan secara tunggal pada sektor konstruksi bangunan sebagai penunjang utama proyek pembangunan daerah.

​”Pak Gubernur minta GNE fokus ke material konstruksi. Dengan hitung-hitungan jadi dia supporting terhadap projek APBD, infrastruktur, kita diharapkan kemudian berkontribusi di situ,” ucap Anas.

​Anas mengakui bahwa selama ini GNE kehilangan arah akibat ambisi manajemen lama yang melebar ke berbagai sektor bisnis tanpa kompetensi yang jelas. Hal itulah yang dinilai menjadi pemicu utama kerugian dan kegagalan perusahaan menyumbang deviden.

​”Sudah pasti, sebenarnya core bisnisnya sejak lama adalah itu, tapi kemudian dikembangkan ke bisnis lain yang kita nggak kuasai. Nah sekarang Pak Gubernur minta side back lagi, balik ke situ,” aku Anas blak-blakan.

​Menanggapi rencana audit APIP, Anas menyatakan kesiapannya untuk melakukan tindak lanjut secara profesional. Ia menegaskan tidak akan segan meminta pendampingan jika ditemukan adanya masalah yang mengarah pada pertanggungjawaban personal.

​”Tugas saya adalah follow up, tapi kalau saya mendapatkan personal follow up nanti saya minta pendampingan, perlu supporting dari Pak Gubernur dan Beliau sudah perintahkan tadi,” pungkasnya.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER