(PorosLombok.com) – Rencana pemindahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur dari Labuhan Haji ke Masbagik disambut suka cita oleh warga.
Kehadiran rumah sakit baru ini dianggap sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Lombok Timur.
Tokoh Masbagik, Hairul Ikhsan, menegaskan urgensi kehadiran RSUD di Masbagik. Menurutnya, fasilitas kesehatan yang lebih lengkap memang sudah lama dinanti masyarakat.
“Semoga rumah sakit ini segera beroperasi karena kebutuhan masyarakat memang sangat mendesak, khususnya di Masbagik,” ujar Hairul yang juga Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Jumat (5/9).
Ia mengungkapkan, masyarakat Masbagik kerap kesulitan saat harus mendapatkan layanan medis cepat. Selama ini, pasien dari Masbagik masih harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Lombok Timur di Labuhan Haji.
“Kalau jaraknya jauh, tentu tidak efektif. Apalagi dalam kondisi darurat, waktu sangat menentukan. Karena itu, rumah sakit di Masbagik ini jadi kebutuhan mendesak,” imbuhnya.
Hairul juga menilai kehadiran RSUD di Masbagik akan memberi dampak ganda. Selain memperkuat layanan kesehatan, keberadaannya diyakini bakal ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Kalau rumah sakit beroperasi, UMKM sekitar juga akan ikut berkembang. Banyak pedagang kecil yang nantinya bisa berjualan di sekitar rumah sakit,” jelasnya.
Bupati Lombok Timur, Haji Khairul Warisin atau H. Iron, memastikan seluruh fasilitas medis di RSUD Labuhan Haji akan dipindahkan ke gedung baru Masbagik. Rumah sakit tersebut tetap menggunakan nama RSUD Lombok Timur.
“Semua alkes di Labuhan Haji kita pindahkan ke Masbagik. Yang di Masbagik jadi RS Lombok Timur. Sementara gedung lama kita alih fungsikan jadi Rumah Sehat Baznas Lotim,” terang H. Iron beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pemindahan ke Masbagik sangat strategis. Lokasi Masbagik berada di tengah Lombok Timur sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat dari berbagai kecamatan.
“Kita ingin RS Lotim benar-benar jadi rumah sakit rujukan dengan layanan lebih lengkap dan akses lebih terjangkau,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Lotim, H. Kamli, mengapresiasi keputusan Pemkab. Menurutnya, pengalihan gedung lama menjadi Rumah Sehat Baznas sejalan dengan misi membantu masyarakat kurang mampu.
“Gedung ini dikembalikan sesuai tujuan awalnya, melayani kaum dhuafa,” ucap Kamli.
Dengan berdirinya RSUD Lombok Timur di Masbagik dan Rumah Sehat Baznas di Labuhan Haji, Pemkab Lotim berharap pelayanan kesehatan makin merata. Selain itu, skema ini juga dipandang lebih berpihak pada masyarakat kecil yang membutuhkan layanan gratis.
(arul/PorosLombok)














