(PorosLombok.com) – Program Sasak Literatif 2025 kembali hadir dengan seminar literasi digital bertema “Cerdas Membaca, Kreatif Menulis, Bijak Bermedia Sosial”. Acara digelar di Aula Kantor Desa Bentek, Rabu (1/10).
Kegiatan ini digagas Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI. Tujuannya, memperkuat budaya literasi di era digital sekaligus membekali warga agar lebih kritis menghadapi banjir informasi.
“Media sosial bisa jadi ruang belajar dan berkarya, tapi tanpa etika justru memicu masalah,” kata dosen Ilmu Komunikasi Universitas 45 Mataram, Irma Elmira Husbuyanti, saat jadi pembicara utama.
Irma menekankan, literasi digital bukan cuma soal keterampilan teknis. Kesadaran kritis dan tanggung jawab etis disebutnya penting agar pengguna medsos mampu menyaring konten sebelum dibagikan.
“Jejak digital itu permanen. Bijak bermedia berarti berpikir sebelum mengunggah dan menghormati orang lain di ruang maya,” tegasnya.
Sebanyak 40 peserta hadir, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, guru, hingga tokoh masyarakat. Mereka dipilih karena dianggap paling rawan terpapar hoaks dan disinformasi, sekaligus diharapkan jadi agen literasi di lingkungannya.
Diskusi berlangsung interaktif. Siswa dan mahasiswa aktif bertanya soal cara melawan hoaks, menjaga privasi, hingga membangun personal branding. Sesi ini dipandu akademisi Lombok Utara, Denda Devi Sarah Mandisi, yang mengingatkan pentingnya identitas positif di dunia maya.
Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira, Sandi Justitia Putra, menyebut seminar ini sebagai langkah nyata komunitas literasi.
“Kami ingin generasi muda dan masyarakat menggunakan medsos secara cerdas, produktif, dan bertanggung jawab. Harapannya praktik ini berlanjut di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Apresiasi datang dari Kepala Dinas Kominfo Lombok Utara, Hairul Anwar. Ia menegaskan dukungan pemerintah daerah dalam menguatkan literasi digital masyarakat.
“Tantangan kita bukan sekadar akses internet, tapi bagaimana menggunakannya secara aman dan positif. Kominfo siap bersinergi agar masyarakat makin cerdas dan berdaya saing,” katanya.
Melalui Sasak Literatif 2025, komunitas, akademisi, dan pemerintah daerah sepakat membangun ekosistem digital yang sehat sekaligus memperkuat daya saing warga Lombok Utara di era global.
(Redaksi/PorosLombok)
















