PorosLombok.com – Sejak dilantik, Bupati H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya (Iron-Edwin) langsung bergerak cepat.
Berbagai program inovatif dan langkah cepat telah mereka jalankan demi memajukan Lombok Timur secara menyeluruh. Langkah awal ini jadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Iron–Edwin berkomitmen bekerja nyata tanpa basa-basi.
Langkah perdana mereka diawali dengan berjalan kaki dari lokasi pelantikan menuju Pendopo Bupati. Di halaman pendopo, santunan anak yatim dan bantuan kendaraan operasional Dinas Dukcapil diserahkan. Bupati Iron memastikan kendaraan itu akan mobile ke desa-desa agar masyarakat mudah mengurus dokumen kependudukan.
Wakil Bupati Edwin memperkenalkan tim kerja serta menekankan pentingnya kolaborasi antar OPD untuk percepatan pelayanan publik. Sikap kompak ini jadi modal utama membangun sinergi kerja yang efektif.
Digitalisasi dan Infrastruktur Jadi Prioritas
Wabup Edwin langsung tancap gas mendorong percepatan digitalisasi pemerintahan. Ia meminta seluruh OPD dan kecamatan mendata tenaga IT serta perangkat pendukungnya. Langkah ini merupakan fondasi transformasi layanan publik menuju era digital yang lebih efektif dan transparan.
Di sisi lain, Bupati H.Iron meresmikan SPAM Pantai Selatan senilai Rp120 miliar. Proyek ini menjawab krisis air bersih yang kerap melanda wilayah selatan Lombok Timur. Masyarakat menyambut hangat karena kebutuhan dasar mereka terpenuhi secara nyata.
Peningkatan infrastruktur tidak hanya di air bersih. Pembenahan Pancor Trade Center yang akan mendapat alokasi Rp750 juta sebagai upaya menghidupkan kembali ekonomi mikro dan UMKM. Ini sinyal kuat pemerintah serius membangun perekonomian dari pusat kota hingga desa.
Agribisnis: Pabrik Porang Jadi Bukti Investasi Nyata
Selain program sosial, sektor agribisnis jadi perhatian utama. Pabrik porang di utara Lombok Timur menjadi bukti nyata investasi yang menggairahkan. Dana Rp18 miliar dari gabungan pemerintah dan swasta digunakan membangun fasilitas ini.
Bupati Haerul Warisin, optimistis pabrik itu membuka peluang ekonomi baru. Ia menilai fasilitas ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal yang selama ini terkendala pasar dan akses.
“Pabrik ini bukan sekadar industri, tapi harapan bagi petani porang,” kata H.Iron.
Upaya ini sekaligus menandai transformasi pertanian menjadi agribisnis yang modern dan berkelanjutan.
Sembako Rp40 Miliar Turunkan Inflasi Lombok Timur
Pemerintah daerah mengambil langkah strategis dengan mengucurkan bantuan sosial sembako senilai Rp40 miliar sebagai upaya untuk menekan inflasi yang sempat merangkak naik di awal masa kepemimpinan. Program ini menjadi andalan untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam rapat koordinasi nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Lombok Timur berhasil menurunkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga mencapai angka negatif -7,13 persen. Angka ini menjadi capaian terbaik di antara seluruh kabupaten di Indonesia.
Lalu Mustiarep, Kepala Bagian Ekonomi Setda Lombok Timur, mengungkapkan, “Bantuan sosial ini sangat tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.” katanya.
Program Sosial dan Pelayanan Kesehatan
Wabup Edwin meluncurkan program I-CARE untuk meningkatkan layanan ibu dan anak, fokus pada pencegahan infeksi dan sepsis. Program ini sangat penting mengingat tantangan kesehatan dasar yang masih dihadapi masyarakat.
Distribusi zakat fitrah kepada 630 tenaga honorer dari DLHK, Damkarmat, dan BPBD, bekerja sama dengan BAZNAS, menunjukkan keberpihakan Pemda terhadap kelompok rentan. Ini bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja non-ASN.
Kepedulian sosial tidak berhenti di situ. Aktivasi buku rekening bagi 6.800 anak yatim piatu yang didukung Kementerian Sosial RI menjadi wujud nyata komitmen Pemda mendampingi kelompok rentan secara sistematis.
Sampah, Pupuk, dan Pendapatan Daerah
Masalah sampah jadi perhatian serius. Wabup Edwin menyebutnya sebagai darurat baru, khususnya di wilayah wisata Sembalun. Untuk itu, Pemda menganggarkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) guna mengurangi volume sampah.
Bupati H. Iron mendorong petani segera melapor jika belum mendapatkan pupuk bersubsidi dan mengajak penggunaan pupuk organik. Pendekatan ramah lingkungan ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan menjaga kelestarian alam.
Pemda juga membentuk Satgas PAM MBLB untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari sektor tambang non-logam dan batuan. Koordinasi dengan pengusaha tambang dilakukan guna memastikan harga tanah sesuai sehingga warga sekitar juga sejahtera.
Reformasi Birokrasi dan Dukungan untuk Pemuda
Rotasi dan pelantikan 13 pejabat administrator dilakukan demi mengisi jabatan strategis dan menjaga kelancaran pelayanan publik. Langkah ini menjaga ritme birokrasi tetap dinamis dan responsif.
Pemda meneken kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin perlindungan tenaga kerja, terutama yang rentan. Pembentukan staf khusus di bidang pertanian, pariwisata, dan kesehatan memperkuat fokus pembangunan sektoral.
Bupati H.Iron memberikan semangat kepada pemuda yang mengikuti program magang ke Jepang. Ini menjadi bukti nyata perhatian Pemda dalam menyiapkan generasi muda siap bersaing dan berkontribusi bagi daerah.
Inovasi Digital Desa dan Literasi
Integrasi aplikasi Sipdah dan Siskeudes di Desa Selong menandai langkah maju digitalisasi desa dan optimalisasi PAD. Inovasi ini bertujuan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan desa.
Peresmian gedung baru Perpustakaan Daerah yang didanai DAK 2024 menjadi simbol seriusnya perhatian Pemda terhadap akses literasi masyarakat. Ini bagian dari upaya membangun sumber daya manusia berkualitas.
Dukungan sosial juga mengalir melalui aktivasi rekening anak yatim piatu, memperkuat komitmen Pemda terhadap kelompok rentan dalam bentuk nyata dan berkelanjutan.
Pariwisata dan Komunitas Lokal
Pemda gencar mendukung event Rinjani 100 Ultra sebagai sarana promosi wisata dan pengembangan ekonomi kawasan Rinjani. Kegiatan ini sekaligus menggerakkan partisipasi komunitas lokal.
Wabup Edwin mengukuhkan Pokdarwis Tode Dita di Desa Rempung, menegaskan bahwa pengembangan wisata berbasis komunitas adalah kunci keberlanjutan pariwisata. Ini muncul dari inisiatif dan semangat pemuda desa.
Dukungan pemerintah tidak hanya berupa fasilitasi, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar sektor wisata mampu memberikan manfaat ekonomi luas bagi masyarakat.
Kerja cepat dan inovasi berkelanjutan duet Iron–Edwin membuktikan mereka bukan sekadar pejabat, tapi pelayan masyarakat yang tanggap dan progresif. Dari pendopo hingga pelosok, kerja mulai berbicara nyata untuk Lombok Timur yang lebih maju.
(arul/PorosLombok)















