Serba-serbi Hultah NWDI ke-88 di Pancor Lombok Timur, Berkah Bagi Pelaku UMKM

LOTIM – PorosLombok.com | Hultah NWDI yang rutin dilaksanakan setiap tahun adalah moment yang selalu dinantikan bukan saja oleh jamaah nahdliyyin sendiri, tapi juga oleh para pedagang yang datang dari seluruh penjuru pulau lombok.

Bagi kalangan nahdlyiyyin, merayakan Hultah berarti melestarikan tradisi baik yang ditinggalkan oleh sang pendiri NWDI Al-Magfurullah Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid serta sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT.

Bahkan bagi para abituren (alumni) yang pernah mengecap pendidikan di lingkungan YPH PPD NWDI Pancor, moment Hultah memiliki makna ganda dimana mereka akan merefleksikan diri mengingat kembali berbagai kenangan indah saat bersekolah dulu.

Beberapa jamaah dari luar daerah tengah beristirahat di teras MTS NWDI Pancor

Demikian kiranya menurut pengakuan beberapa abituren asal Sulawesi, Bali, Bima, dan Sumbawa yang berhasil ditemui dan diwawancarai media ini. Rata-rata para alumni tersebut datang bersama anggota keluarga, dan rombongan lainnya.

Lazimnya, mereka yang datang sebelum puncak pelaksanaan Hultah akan menginap di kos-kos anak atau sanak saudara mereka. Tapi bagi yang tidak ada anggota keluarganya sedang nge-kost, mereka akan memilih beberapa sekolah sebagai opsi tempat menginap.

Beda dengan alumni, beda pula dengan yang dirasakan para pelaku UMKM yang datang dari berbagai penjuru daerah. Bagi mereka, Hultah adalah momentum untuk mengais rejeki yang banyak hanya dalam waktu beberapa hari saja.

Di salah satu sudut taman rinjani selong, seorang badut sedang menarik perhatian anak-anak

Bukan berarti mereka akan mengambil aji mumpung dengan cara menaikkan harga, melainkan karna banyaknya pengunjung yang rata-rata akan berbelanja banyak untuk dijadikan oleh-oleh bagi keluarga di kampung halaman.

“Memang tidak menentu setiap tahunnya. Tapi pas puncaknya rata-rata kita dapat omzet 4-5 juta sehari,” tutur Aldi, pedagang pakaian asal Kota Mataram yang membuka lapak dagangannya di taman rinjani Selong saat ditemui media ini, Minggu (27/8/2023).

Tampak beberapa orang pengunjung mengerumuni lapak dagangan Aldi untuk memilah baju buat buah hati mereka. Aldi sendiri hanya menjual baju anak-anak dengan harga Rp.25 ribu untuk semua jenis.

Di tempat sama, tampak juga beberapa pedagang mainan anak-anak tengah asyik menjajakan dan menawarkan barang dagangannya kepada semua pengunjung yang hadir.

Bahkan terlihat pula beberapa badut yang begitu asyik menari-nari demi menarik hati anak-anak yang melintas di depannya. Terlihat bukan saja anak-anak, bahkan orang dewasa pun ikut untuk berswa foto dan memberikan sejumlah uang jasa kepada sang pemain badut.

Salah satu kelompok pengunjung sedang beristirahat sambil menikmati suasana di salah satu sudut taman rinjani selong yang menjadi favorit keluarga

Setiap orang yang hadir di medan Hultah semuanya menunjukkan raut wajah yang riang gembira, tidak nampak kelelahan meski tak dipungkiri mereka mengalami rasa lelah setelah menempuh perjalanan yang jauh menuju kota santri.

Rubrik Rekreasi: oleh Anas – PL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU