(PorosLombok.com) – SMKN 1 Sikur menggelar uji publik kemampuan Bahasa Inggris bagi 200 siswa dalam program English Rise.Kegiatan yang menghadirkan wali murid dan pelaku usaha wisata itu menjadi puncak pelatihan intensif selama dua bulan. Sabtu (04/10/2025).
Kepala SMKN 1 Sikur, Hasby Ahmad, menyebut English Rise sebagai program unggulan yang terintegrasi dengan persiapan magang ke luar negeri. Langkah ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak lulusan berdaya saing global.
“Program ini tidak dipungut biaya. Sumber dananya berasal dari sumbangan wali murid agar anak-anak bisa belajar dengan fasilitas setara lembaga kursus berbayar. Mereka juga mendapatkan sertifikat resmi,” ujar Hasby.
Mentor yang dilibatkan berasal dari luar daerah dengan latar belakang profesional bersertifikat di bidang pengajaran bahasa. Menurut Hasby, pendekatan ini memastikan siswa mendapat pembinaan berstandar internasional.
Lebih jauh, ia menjelaskan arah pengembangan sekolah kini difokuskan pada perluasan akses kerja lintas negara. Sejak 2022, SMKN 1 Sikur telah mengirimkan siswa magang ke sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang, dan Turki. Tahun ini, sekolah menargetkan ekspansi ke Timur Tengah, Eropa, dan Asia lainnya.
“Bahasa asing adalah kunci mobilitas global. Karena itu, kami mulai menyiapkan kelas tambahan untuk bahasa Arab, Jerman, dan Mandarin. Siswa akan dibimbing sesuai minat dan tujuan kariernya,” jelas Hasby.
Ia menambahkan, pihaknya baru menandatangani kerja sama dengan PT Timurraya Jaya Lestari, perusahaan penyedia tenaga kerja (P2MI) untuk kawasan Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Kolaborasi itu diharapkan membuka jalur rekrutmen lebih luas bagi lulusan SMK.
Program English Rise, lanjut Hasby, juga dirancang sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan. Ia ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk mengasah kemampuan bahasa tanpa terbebani biaya.
“Selama ini banyak siswa ingin kursus tapi terhalang kondisi ekonomi. Program ini menjembatani impian mereka,” tuturnya.
Selain kemampuan bahasa, siswa juga memamerkan kreativitas lewat kegiatan barista, fashion show, teater, hingga public speaking. Hasby menilai karya tersebut mencerminkan semangat inovasi yang menjadi roh dari tagline sekolah: ‘SMKN 1 Sikur Mendunia, Mewarnai Negeri dengan Karya dan Inovasi’.
“Kalau sudah punya modal skill dan bahasa, saya yakin mereka akan percaya diri bersaing di pasar kerja internasional,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok.com)
















