Soal Dugaan Pelaku Pembunuhan, Kepala Desa Rumbuk Imbau Masyarakat Tak Termakan Berita Hoaks

LOTIM – PorosLombok.com | Dua minggu berlalu, kasus dugaan pembunuhan bocah berusia 8 tahun di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur cukup menyedot perhatian banyak orang.

Aparat kepolisian pun bertindak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Kabarnya, sebanyak 20 orang sudah dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Namun rupanya masyarakat salah persepsi terhadap pemanggilan itu yang kemudian menyampaikan dugaan-dugaan mereka di sosial media dengan membeberkan informasi pelaku.

Nyatanya pihak kepolisian hingga saat ini belum menentukan satu nama yang dianggap sebagai pelaku pada kasus kematian misterius bocah tersebut. Namun informasi hoaks yang beredar telah membuat resah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Rumbuk Chairul Anwar menyayangkan adanya oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang menyebarkan dugaan berdasarkan asumsi semata.

“Sebenarnya kondisi di lapangan (ditengah masyarakat) kondisinya masih cukup kondusif. Cuma memang, adanya asumsi yang beredar di media sosial ini yang sedikit membuat kisruh,” ujarnya, Selasa (6/6/23).

Dirinya memastikan kondisi masyarakat saat ini aman terkendali, dan tidak terjadi gejolak apapun. Sejauh ini, imbuh dia, Pemerintah Desa Rumbuk terus berkoordinasi dengan semua Kawil untuk selalu memberikan imbauan dan pemahaman kepada masyarakat.

“Ini kan pelakunya belum jelas. Cuman memang ada sekitar 20 orang yang hanya sebatas sebagai saksi sudah dimintai keterangan,” ungkapnya.

Karenanya ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Desa Rumbuk, agar tidak cepat terprovokasi oleh isu-isu yang disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Ia meminta kepada masyarakat untuk lebih bersabar dan mempercayakan pihak kepolisian beserta jajarannya yang sedang berupaya keras untuk dapat mengungkap kasus tersebut agar menjadi terang benderang.

Saat yang sama, pria yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Desa Rumbuk itu juga meminta masyarakat supaya tidak berasumsi yang tidak-tidak yang bisa menimbulkan kesalahpahaman diantara masyarakat.

“Insyaallah kami dari Pemerintah Desa Rumbuk akan tetap memberikan perhatian melalui para Kadus. Termasuk pada acara malam jumatan tetap kita sosialisasikan, supaya masyarakat tetap bersabar dan menjaga suasana kondusif,” tukasnya.

“Tapi Alhamdulillah, saya rasa suasana Desa Rumbuk tetap aman dan kondusif. Tidak ada hal-hal merisaukan yang terjadi,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Lombok Timur Nicolas Oesman yang dihubungi poroslombok.com via WhatsApp mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses lidik.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara. Namun dirinya memastikan sudah memanggil 20 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Masih menunggu hasil otopsi korban dari Rumah Sakit Bhayangkara dan sudah 20 orang diminta keterangan sabagai saksi,” jawabnya singkat.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU