close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Tingkatkan Tali Silaturrahmi, Pemdes Loyok Adakan Acara Halal Bihalal

Lombok Timur, PorosLombok.com | Pemerintah desa Loyok kecamatan Sikur...

Gandeng Disdukcapil, RSUD Selong Launching Program Pepadu Sakti

Lombok Timur, PorosLombok - Penjabat Bupati Lombok Timur H....

Belum Juga Diberikan SK, Sejumlah ASN Pemprov NTB Bingung Mau Ngantor Dimana

Mataram, PorosLombok.com | Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov...

Song Ha Yoon Pernah Alami Bullying di Sekolah

PorosLombok.com | Song Ha Yoon akhirnya mengakui bahwa dia pernah dikeluarkan dari sekolah karena kasus bullying. Pengakuan itu muncul setelah pihak agensi membantah aktris drama Korea Marry My Husband itu mengenal para korbannya.

Dikutip dari Koreaboo, Selasa (2/4/2024), King Kong by Starship, agensi yang menaungi Ha Yoon, berbicara pada My Daily. Mereka mengakui aktrisnya dikeluarkan dari sekolah sebelumnya karena kasus kekerasan di sekolah.

Baca Juga :  Ketua SMSI Lotim Angkat Bicara Terkait Penganiayaan Jurnalis Oleh Oknum Pol-PP

“Benar bahwa Song Ha Yoon dikeluarkan dari SMA Banpo karena kasus bullying di sekolah,” ucap agensi.

Namun, agensi tersebut mengklaim bahwa kasus tersebut tidak ada hubungannya dengan penuduh yang pertama kali melontarkan tuduhan intimidasi terhadapnya. Mereka kembali menegaskan bahwa Ha Yoon belum pernah bertemu dengan penuduhnya.

“Kami ragu-ragu untuk mengungkapkan fakta bahwa dia dikeluarkan karena fakta bahwa pengeluarannya (dari sekolah) tidak ada hubungannya dengan pelaku kekerasan. Saat ini, kami secara internal sedang mengumpulkan bukti pencemaran nama baik secara online,” sambung agensi.

Baca Juga :  Pengobatan Gratis RS Apung Laksamana Malahayati Bisa Layani Sampai 500 Warga Sehari

Pernyataan agensi tersebut muncul hanya sehari setelah aktris tersebut dituduh mengintimidasi mantan teman sekolahnya. Tuduhan muncul ketika pada hari ini, Selasa (2/4/2024), stasiun televisi JTBC memberitakan bahwa aktris populer berinisial S telah dituduh melakukan kekerasan di sekolah. Informasi dari korban menyatakan bahwa mereka mengenalnya di tahun kedua sekolah menengah.

S, sambung berita itu, berada di tahun ketiga saat itu. Mereka mengklaim bahwa S memanggil mereka entah dari mana, meminta mereka pergi ke taman bermain dekat apartemen tempat mereka tinggal.**

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru