Stafsus Bupati Lotim Gaet UMC, Targetkan PAD dari Medical Tourism

Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai membidik sektor medical tourism sebagai sumber baru peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah awal diwujudkan dengan komunikasi aktif yang dijalin Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata, Ahmad Roji, SE, bersama Owner Medical Centre (UMC) yang fokus pada layanan kesehatan wisatawan.

Menurutnya, selama ini konsep medical tourism belum tersentuh secara maksimal di Lotim, padahal kebutuhan wisatawan terhadap layanan kesehatan yang profesional makin tinggi.

Ia menyebut kesiapan daerah dalam hal pelayanan kesehatan menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum wisatawan mancanegara memutuskan untuk datang.

“Wisatawan mancanegara sebelum datang ke Lombok pasti mereka bertanya dulu tentang kondisi wilayah yang akan dikunjungi. Karena itu, kita harus siapkan pelayanan kesehatannya,” tegasnya.Senin (5/5).

Ia juga menekankan bahwa layanan kesehatan untuk wisatawan tidak cukup hanya dengan fasilitas yang ada, namun harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga kesehatan di tingkat puskesmas dan klinik.

“Puskesmas harus mulai meningkatkan kapasitasnya, terutama soal komunikasi dalam bahasa Inggris. Itu penting agar mereka bisa melayani turis asing secara layak,” ujarnya.

Selain peningkatan SDM, ia mendorong aksi konkret di lapangan berupa penataan kawasan wisata. Ia menyebut kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi syarat utama dalam mengembangkan konsep pariwisata berbasis layanan medis.

“Kita perlu penyemprotan dan pembersihan di kawasan destinasi seperti pedesaan, sungai, dan sebagainya, Ini harus dilakukan menyeluruh,” imbuhnya.

Sebagai langkah lanjutan, ia juga berencana menggagas pembentukan forum Sapta Pesona di setiap desa wisata. Forum ini akan menjadi pusat koordinasi lintas sektor yang fokus pada pengembangan, pengawasan, dan peningkatan mutu layanan wisata, termasuk kesehatan.

“Kalau kita punya data dan sistem di tiap desa wisata, kita akan lebih mudah melihat perkembangan dan mengambil langkah,” kata Roji lagi.

Sementara itu, Owner UMC Lombok Timur, Lalu Arya Karma, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengakui bahwa wisatawan asing rata-rata sudah dibekali asuransi perjalanan dari negara asal, sehingga potensi layanan berbayar dengan skema klaim sangat terbuka.

“Pembayarannya nanti bisa diklaim ke negara masing-masing. Kami sudah menjalankan pola itu dan hasilnya efektif,” ungkap Arya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan rekomendasi resmi terhadap klinik-klinik yang benar-benar siap menjadi mitra kesehatan wisatawan. Menurutnya, infrastruktur kesehatan harus disejajarkan dengan pembangunan fisik lainnya.

“Ini bukan cuma soal jalan bagus atau jembatan. Kesehatan wisatawan juga bagian dari infrastruktur penting yang harus diprioritaskan,” tandasnya.

(arul/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU