Sesuai tema, Sukiman Azmy, yang mendapatkan giliran pertama sebagai penceramah menyampaikan permohonan maaf kepada semua jamaah yang hadir.
“Karna masih dalam suasana syawal, saya secara pribadi dan atas nama Pemda Kabupaten Lombok Timur menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya,” ucap Sukiman.
Selanjutnya, Sukiman Azmy, menguraikan tujuan puasa ramadhan yang dimana muaranya adalah menjadikan kita sebagai orang yang bertaqwa di sisi Allah S.W.T.
Untuk menilai atau mengukur apakah puasa ramadhan kita yang kemarin itu bisa menjadikan kita sebagai orang yang muttaqin (bertakwa) atau tidak? Kriterianya, kata Sukiman, hanya ada dua. Yakni:
Yang pertama, jika sebelum ramadhan prilakunya, akhlaknya, ibadahnya tidak baik. Lalu kemudian selama ramadhan dia ditempa oleh ramadhan, sehingga prilakunya menjadi baik, akhlaknya menjadi baik dan ibadahnya menjadi baik.
“Lalu kemudian pada bulan syawal dia keluar sebagai orang yang baik, maka itu salah satu ciri orang yang puasanya diterima oleh Allah S.W.T,” katanya.
Yang kedua adalah, lanjut Sukiman, jika sebelum ramadhan banyak berbuat dosa maksiat, iri, dengki, hasat, hasut. Lalu kemudian pada bulan ramadhan bisa menahan diri, ditempa oleh ramadhan.
“Lalu saat keluar ramadhan, penyakit yang dia derita selama ini yaitu iri, dengki, hasat, hasut, berhenti dari dirinya, maka itu adalah ciri yang kedua bahwa ibadahnya diterima oleh Allah S.W.T,” jelasnya.
Selanjutnya, Sukiman Azmy, menjelaskan bahwa orang yang berpuasa ramadhan bisa menjadi muttaqin dengan syarat dia harus meninggalkan 4 perkara. Diantaranya adalah:
Yang pertama, orang yang masih mengkonsumsi minuman keras. Ia menjelaskan, orang yang puasanya baik, ibadahnya baik, “tapi jika masih mengkonsumsi minuman keras, maka jangan pernah berharap puasanya akan menjadikan dia mendapat derajat orang muttaqin,” terangnya.
















