LOTIM, Poroslombok.com – Melihat keberhasilan Dinas Perumahan dan Permukiman ( Disperkim) Kabupaten Lombok Timur pada tahun lalu dalam melaksanakan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Layak Huni yang tercepat se-Indonesia. Sehingga Balai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2021 mempercayai Disperkim Lotim mengelola 553 unit Rumah Layak Huni Sehat.
“Alhamdulillah kita dipercaya oleh BSPS Mengelola RLHS terbanyak dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” terang Sahri saat di temui di ruang kerjanya, Senin (21/06/21).
Sahri menyebutkan, sebelumnya pihaknya mengelola sebanyak 504 unit RLHS. Namun setelah melakukan pertemuan dengan pihak BSPS di Senggigi pada Minggu lalu, pihak Dinas mendapat tambahan lagi yakni sebanyak 33 unit pada tahap pertama dan 10 unit untuk tahap kedua, sehingga total semuanya menjadi 547 unit.
“Sebenarnya penambahan 33 unit pada tahap pertama, dan tambahan 10 unit pada tahap ke dua adalah kuota tambahan untuk se-NTB. Tapi Alhamdulillah semuanya diberikan ke kita, sehingga kabupaten lain tidak dapat penambahan,”ujar Sahri.
Untuk anggaran satu unit RLHS, terang Sahri, yang diterima masyarakat penerima bantuan sebesar Rp. 20 juta rupiah. Nilai ini kata dia lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni 17, 5 juta. Dimana masyarakat yang menerima bantuan tidak langsung diberikan uangnya, tetapi diberikan dalam bentuk bahan bangunan saja dan ongkos tukang yang ditangani langsung oleh Supplier.
“Kenapa menjadi Rp. 20 juta, kata dia? Karena tahun ini pihaknya mengelola Rumah Layak Huni Sehat. tidak seperti pada tahun sebelumnya hanya membuat rumah tidak layak huni saja (RTLH). Mengingat masih adanya rumah warga yang tidak memiliki sarana MCK ataupun sanitasi . Untuk itulah diberikan penambahan untuk melengkapi sarana dimaksud,” jelas Sahri .
Lebih lanjut ia memaparkan terkait progres pekerjaan yang sudah dilakukan, yakni sudah mencapai 80 hingga 90 persen dan dipastikan rampung pada bulan Juli mendatang .
“Meskipun progaram ini kita ditargetkan selesai akhir bulan Desember. Namun saya pastikan progaram ini bisa rampung bulan Juli mendatang. Agar masyarakat penerima manfaat dari bantuan ini segera menempati rumahnya,” kata Sahri sembari tersenyum puas.
Sementara untuk RLHS yang dia anggarkan melalui Dana Alokasi Khusus ( DAK) sebanyak 105 unit dan progres pekerjaannya sudah mencapai 60 persen . (ns)

















