(PorosLombok) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Timur menegaskan komitmennya menjaga konsistensi arah pembangunan daerah. Semua program dan kegiatan harus masuk dalam dokumen perencanaan agar bisa mendapatkan anggaran.
Kepala Bappeda Lotim, Zaidar Rahman, menjelaskan, penyelarasan program prioritas daerah dengan visi-misi kepala daerah, Lombok Timur SMART, menjadi fokus utama saat ini.
“Kita pastikan visi-misi Pak Bupati sudah sesuai dan menjadi amanah dalam dokumen perencanaan yang lebih tinggi,” ujar Zaidar, Kamis (12/6).
Menurut Zaidar, keselarasan itu dilakukan mulai dari dokumen pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten. Hal ini penting agar tidak terjadi masalah saat pelaksanaan, penganggaran, hingga evaluasi.
“Kalau tidak ada dalam perencanaan, ya tidak bisa dianggarkan. Itu prinsip dasar yang kami pegang teguh,” tegasnya.
Bappeda juga terus melakukan fasilitasi dan sinkronisasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD), Bupati, serta Pemerintah Provinsi NTB agar semua program selaras dan tidak tumpang tindih.
“Semua OPD harus ambil peran, dan Bappeda berperan menjembatani komunikasi antar OPD dan pihak terkait lainnya, termasuk akademisi,” jelasnya.
Berbagai forum seperti konsultasi publik, forum OPD, FGD, dan Musrenbang digelar untuk memastikan sinergi kebijakan berjalan baik.
“Kami libatkan tokoh agama, akademisi, mitra pembangunan, NGO, camat, dan kepala desa agar semua unsur punya peran dalam dokumen perencanaan,” tambah Zaidar.
Dia menekankan pentingnya perencanaan berkualitas sebagai dasar pembahasan anggaran pembangunan daerah.
“Perencanaan yang matang dan sesuai kebutuhan tahunan maupun lima tahunan menjadi pijakan utama dalam penganggaran,” kata Zaidar.
Seluruh dokumen perencanaan itu nantinya akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan DPRD agar menjadi kesepakatan bersama.
(arul/PorosLombok)















