Mataram, PorosLombok.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kesiapannya menghadapi risiko, termasuk ketidakpopuleran, demi membawa perubahan nyata bagi daerah yang dipimpinnya.
Komitmen itu disampaikan Lalu Muhamad Iqbal dalam acara Halal Bihalal Forum Silaturrahim Keluarga Besar Karang Lebah (FSKBKL) yang digelar pada Minggu (13/4).
Dalam pidatonya, LMI mengaku tidak gentar dikritik atau bahkan dicaci maki, termasuk oleh orang-orang terdekatnya, selama langkah yang diambil bertujuan untuk memajukan NTB.
“Satu-satunya yang tiang pikirkan adalah ingin yang terbaik buat NTB. Dan ingin melihat NTB menjadi lebih baik ke depannya,” katanya di hadapan para hadirin.
“Tiang sadar bahwa ada risiko dari setiap keputusan yang tiang ambil, tapi dari awal tiang sudah nyampaikan, Lalu Muhamad Iqbal sudah siap untuk tidak populer demi melihat NTB yang lebih baik,” tegasnya.
“Tiang sudah siap dikritik, dicaci maki, sudah siap. Sudah siap untuk dikritik, dicaci maki bahkan oleh saudara sendiri tiang. Tapi yang tiang inginkan hanya NTB jadi lebih baik,” lanjutnya.
Gubernur juga meminta doa, dukungan, serta saran dari masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam mengawal arah kepemimpinannya ke depan.
Ia menekankan, masa kerjanya masih panjang dan membutuhkan konsistensi serta dukungan bersama untuk mewujudkan visi pembangunan NTB.
LMI bersama Wakil Gubernur juga berkomitmen membuka ruang dialog dan kritik seluas-luasnya, sebagai bagian dari proses demokrasi dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada rakyat. (*/porosLombok)
















