(PorosLombok.com) – Dinas PUPR Lombok Timur (Lotim) mulai memacu pengerjaan 59 ruas jalan di awal 2026. Proyek strategis dengan skema tahun jamak (multiyears) ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada November mendatang.
Kepala Dinas PUPR Lotim, Ahmad Dewanto Hadi, menyatakan seluruh paket pengerjaan telah berjalan pascapenandatanganan kontrak 18 Desember 2025. Saat ini, para kontraktor fokus melakukan investigasi lapangan serta mobilisasi alat dan bahan.
Dewanto menegaskan pengerjaan di lapangan tidak dilakukan secara acak. Pihaknya menginstruksikan kontraktor memprioritaskan jalur yang kondisinya paling rusak sebagai sasaran utama penanganan.
”Satu paket itu ada banyak ruas, sehingga kami utamakan ruas yang memang terparah dulu untuk ditangani,” ujar Dewanto di Selong, Rabu (14/1/2026).
Saat ini, beberapa titik sudah memulai pengerjaan fisik, salah satunya ruas Terara-Santan. Meski begitu, pengerjaan di awal tahun ini harus berhadapan dengan tantangan cuaca ekstrem.
Dinas PUPR Lotim mengaku sangat selektif dalam melakukan penebaran lapisan pondasi jalan di tengah tingginya curah hujan. Langkah ini diambil untuk menjamin kualitas proyek agar tidak rusak sebelum waktunya.
Dewanto menjelaskan material pondasi yang dipaksakan terpasang saat hujan deras berisiko larut tergerus air. Jika hal itu terjadi, pengerjaan harus diulang dari awal sehingga merugikan waktu dan anggaran.
”Kalau curah hujan tinggi, kita menunggu reda untuk menebar lapisan pondasi. Takutnya kalau sudah ditebar nanti larut, sehingga harus ditimbun ulang,” jelasnya.
Ia optimis intensitas hujan mulai mereda pada pekan ketiga atau keempat Januari sehingga pengerjaan fisik bisa dikebut. Seluruh proyek yang ditangani lima perusahaan penyedia ini diharapkan rampung sesuai jadwal.
(arul/PorosLombok)
















