Lotim, PorosLombok.com –
Lombok Timur, merupakan salah satu Kabupaten yang paling tinggi kasus peredaran narkoba, hal tersebut berdasarkan keterangan Press Release Polda NTB beberapa waktu yang lalu.
Menanggapi hal tersebut kepala Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lombok Timur, yang juga Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK), AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra mengatakan, tingginya kasus Narkoba di Lombok Timur karena Kabupaten ini merupakan salah satu Wilayah yang tinggi jumlah penduduknya di NTB.
Kemudian Lotim juga merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki jumlah usia produktif hampir setengah dari jumlah penduduk saat ini, dan 50 % itu adalah pengguna Narkoba. Sehingga menjadi lahan bagi para pengedar untuk memasarkan barang haram ini, tentunya disini berlaku hukum Pasar, yang dimana semakin banyak pemakai akan semakin banyak permintaan.
“Makanya kita lebih banyak menangkap para pemakai untuk mengurangi permintaan, kalau saya tangkap pengedarnya tetap akan ada pengedar baru, ibarat jamur di musim hujan, kalau permintaan tetap tinggi,” ungkap Kasat yang dikenal Humanis ini, Jumat (16/06).
Kendati demikian, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk menekan peredaran barang haram tersebut. Memang, jelas Gusti, dalam penindakan hukum itu tugas Polisi, namun tentu terkait pencegahan tidak hanya tugas Kepolisian, apalagi dengan personil yang terbatas, jadi butuh peran serta pihak terkait, dari tingkat Dusun hingga kabupaten.
“Karena untuk peredaran Narkoba di Lombok Timur, tidak cukup dengan saya melakukan Penindakan, sebagai kasat Narkoba dengan personil tentu kami mempunyai keterbatasan SDM, yang hanya 10 orang, dengan luas wilayah sebanyak 21 Kecamatan, dan jumlah penduduk 1,2 juta, kami tidak mungkin mengcover semuanya.” tandasnya.
Kemudian kata dia, yang paling penting saat ini yang harus dilakukan adalah upaya pencegahan, akan tetapi untuk melakukan hal tersebut tidak hanya tugas BNK, namun lembaga yang lain juga harus ikut serta dalam memberikan sosialisasi seperti Dikbud, Dikes, Dispora, bahkan desa, tokoh Pemuda, dan sebagainya.
“Jadi semua kita berkewajiban dalam pencegahan Narkoba ini, sesungguhnya kita berbuat baik untuk sama-sama mencegah peredaran Narkoba ini,”ujarnya.
Gusti mengakui terkait peran BNK Lotim, dalam upaya pencegahan Narkoba belum maksimal, karena beberapa kendala terkait anggaran yang tidak ada untuk tahun 2023, sehingga beberapa kegiatan harus dipending baik program sosialisasi dan sebagainya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Sehingga tahun ini pada semester 1 dari bulan januari sampai bulan juni BNK Lotim, tidak melakukan kegiatan apapun, karena itu tadi kita tidak memiliki anggaran, jadi apa yang mau kita perbuat, karena setiap kita mau melakukan kegiatan tentunya butuh anggaran,” bebernya.
Akan tetapi bukan berarti pihaknya tidak berbuat apapun, yang saat ini dilakukan hanya dengan menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, LSM, dan beberapa organisasi pemerhati narkoba khususnya di Kabupaten Lombok Timur.
“Contoh kemarin ada seminar tentang bahaya narkoba yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, saya yang diundang jadi Narasumber, tapi tentu jumlahnya yang terbatas,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa kasus Narkoba di Lombok Timur tidak bisa dibandingkan dengan Kabupaten yang lain di NTB, dengan jumlah SDM yang hampir sama namun jumlah penduduk yang 2 kali lipat lebih besar.
“Maka dari itu, bukan Polisi dan BNK saja yang berkewajiban mencegah Narkoba, tapi semua kita, minimal di lingkungan tempat tinggal masing-masing, kalau semua kita perduli tidak menutup kemungkinan peredaran Narkoba akan bisa ditekan,” harapnya.
Kasat Narkoba berharap kedepannya peran serta seluruh Stakeholder baik Pemda melalui OPD Masing-masing, serta tokoh agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, ikut perduli dengan memberikan edukasi tentang bahaya Narkoba, demi masa depan generasi muda Lotim yang akan datang.
“Mari kita perangi Narkoba, demi menjaga masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
(Arul/ PorosLombok)















