Tim Ekspedisi Patriot Petakan Komoditas Unggulan Sambelia, Siap Dongkrak Ekonomi Lombok Timur

(PorosLombok.com) – Potensi Sambelia mulai disorot serius. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari IPB University dan Universitas Padjadjaran (Unpad) turun langsung memetakan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi Selaparang.

FGD tingkat kecamatan digelar di Gedung Serbaguna Sambelia, bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi.Selasa (1/10/2025),

Forum itu menjadi diskusi perdana di level kecamatan. Hadir para kepala desa, perangkat, kelompok tani, hingga masyarakat yang sehari-hari bergelut di sektor pertanian.

Agenda ini merupakan bagian dari peta besar TEP dalam mengidentifikasi komoditas unggulan di tiga kecamatan: Suela, Pringgabaya, dan Sambelia, mencakup 23 desa.

Camat Sambelia, Anwar Ikroman, yang membuka forum, menilai kegiatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Ia menyebut Sambelia punya modal kuat untuk tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Lombok Timur.

“FGD ini bukan tempat mengeluh, tapi ruang menggali peluang. Dengan kekayaan alam dan semangat warga, Sambelia bisa jadi lokomotif pembangunan,” kata Anwar.

Dalam sebulan terakhir, TEP 2 yang diketuai dosen IPB, Rici Tri Harpin Pranata, telah melakukan dialog intensif di 10 desa: Sambelia, Belanting, Obel-Obel, Sugian, Labuhan Pandan, Darakunci, Bagik Manis, Dadap, Senanggalih, dan Padak Guar. Hasilnya, tiga komoditas menonjol muncul: jagung, padi, dan cabai.

Rici menjelaskan, pemetaan ini bukan sekadar pendataan. Hasilnya akan dijadikan dasar rekomendasi kebijakan di berbagai level, mulai dari pemerintah desa hingga kementerian.

“Harapannya, temuan lapangan ini bisa jadi pijakan bagi kebijakan pengembangan kawasan transmigrasi Selaparang,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan komoditas harus dilakukan terpadu. Keterlibatan petani, kelompok tani, lembaga masyarakat, dan instansi pemerintah mutlak dibutuhkan agar nilai tambah hasil pertanian benar-benar dirasakan masyarakat.

Dari sisi teknis, Sanusi dari UPT Pertanian Sambelia menyoroti pentingnya memperluas fokus kajian. Menurutnya, potensi hortikultura, perkebunan, dan kehutanan di Sambelia juga menjanjikan.

“Jangan hanya fokus pada pangan. Sektor hortikultura dan kehutanan bisa jadi penopang utama ekonomi lokal jika dikelola serius,” ujarnya.

Selain TEP 2, kegiatan ini melibatkan TEP 1 yang diketuai Dwi Rachmina dengan fokus evaluasi kawasan transmigrasi, serta TEP 3 yang dipimpin Yudi Ahmad Faisal dengan perhatian pada penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Sinergi tiga tim ini diharapkan melahirkan strategi pengembangan Selaparang yang komprehensif dan berkelanjutan.

(*/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU