Tim Geopark Rinjani Lakukan Kaji Tiru di BUMDesNet Desa Gunung Rajak 

LOTIM – Poroslombok.com | Tim kaji tiru Geopark Rinjani beranggotakan 3 orang yang terdiri dari para pendamping dan pembina UMKM Geopark Rinjani yang ada di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kajian di Desa Gunung Rajak, Kecamatan Sakra Barat pada Selasa (4/10/22).

Diketahui, Tim Geopark Rinjani merasa tertarik dengan BUMDesnet Gunung Rajak yang menjadi contoh kajian mereka yang nantinya akan diterapkan di beberapa desa wisata binaan mereka di NTB.

Salah seorang dari anggota Tim Kaji Tiru menyatakan, apabila setiap desa di lereng Rinjani baik itu di Lotim, Loteng, KLU dan Lobar bisa meniru dan dikembangkan dibeberapa desa lain, maka berapa uang daerah yang bisa dikembalikan melalui PADes.

“Karna apabila PADes bertambah, sudah barang tentu akan meningkatkan PAD juga,” ujar salah satu perwakilan dari Tim Kaji Tiru tersebut.

Diuraikannya, uang di satu desa tidak akan keluar ke desa lain apabila masyarakat setiap rumah membeli paket internet bulanan di BUMDesnet. BUMDesnet Gunung Rajak saja yang saat ini baru berjalan 7 bulan, tapi sudah meraup keuntungan puluhan juta dari reseller internet desa.

Mereka (tim geopark Rinjani) berharap, perusahaan yang memberikan bimbingan dan menaungi BUMDesnet Gunung Rajak dapat bekerjasama dengan Geopark Rinjani untuk menerapkan apa yang diterapkan di BUMDesnet Gunung Rajak.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT. Jembatan Data Pangrango, Erwin Hidayat SH, yang mendampingi BUMDes menyatakan kesediaannya untuk bekerjasama dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Erwin begitu ia biasa disapa menyebutkan, bahwa ketentuan yang dimaksud yakni dengan tujuan memajukan UMKM dan membantu mewujudkan Desa Digital, Desa Wisata serta Desa Cerdas sesuai dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Disamping itu Erwin juga berharap kepada Geopark Rinjani untuk membantu perusahaan dan pemerintah dalam mengedukasi serta membentuk pariwisata yang berkelanjutan dan berkesinambungan di Lombok.

Mengapa dikatakan demikian?, Erwin memberi contoh, suatu desa mengadakan event dan terlaksana dengan lancar. Tapi setelah terlaksana event tersebut, apa yang dirasakan tentunya bangga diri meskipun akan meninggalkan hutang.

“Itu yang terjadi pada saat ini di Lombok Timur. Bagaimana caranya kita akan bikin pariwisata berkelanjutan, itu yang harus dipikirkan bersama dalam memecahkan masalah ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Erwin juga memberi contoh desa yang berhasil melaksanakan hal tersebut, yakni Gili Trawangan, Senggigi, dan Kuta Loteng.

Lanjut Erwin, Hal itulah yang mendorong pihaknya berpikir untuk membantu pemerintah melalui digitalisasi desa dimana manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat desa tersebut.

Erwin juga berharap agar semoga dalam waktu dekat Geopark Rinjani dan PT. Jembatan Data Pangrango bisa berkolaborasi untuk mewujudkan desa digital, desa wisata dan membentuk desa cerdas.

“Dan insyaallah smart vilage to smart city sesuai program pemerintah kabupaten Lombok timur, insyaallah bisa terwujud,” pungkas Erwin.

(anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU