Wah Waye: Koalisi Perubahan Final

Oleh : Dr. H.Mugni Sn.,M.Pd., M.Kom.
(Direktur Politeknik Selaparang Lombok/Ketua Dewan Pakar MD KAHMI Lotim)

OPINI – PorosLombok.com | Simpul-simpul Relawan Anies Rasyid Baswedan untuk Presiden dan Partai Nasional Demokrat (NasDem)  tentu tidak asal – asalan menggunakan istilah/frase/idiom “Wah Waye” menjadi tagline/moto/inspirasi untuk menjadi tema dalam penyambutan Anies Rasyid Baswedan kala tiba di Lombok Senin, 30 Januari 2023, lalu.

Bukankah Anies telah mendapatkan dukungan sebagai calon presiden RI 2024 dari 2 partai parlemen yakni Nasdem dan Demokrat. Sebagaimana dimaklumi bahwa NasDem telah mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden (Bacapres) 2024 pada tanggal 03 Oktober 2022, saat Pak Anis masih sebagai  gubernur DKI untuk bulan terakhir masa jabatannya.

Masa jabatan sebagai Gubernur DKI diakhiri dengan husnul khotimah, 16 Oktober 2022. Kehusnulkhotimahan ini terlihat dari banyaknya masyarakat DKI yang melepasnya dari Balai Kota DKI untuk pulang ke rumah sebagai rakyat biasa. Tapi mereka yang melepas bukan untuk ke rumah melainkan melepasnya untuk Indonesia.

Sepanjang jalan protokol Jakarta yang akan dilewati balik dari balai kota telah berjejer spanduk yang dipegang oleh orang-orang luar Jakarta dengan tulisan “Indonesia Memanggil”. Masyarakat tumpah ruah. Bukankah dalam pendekatan pesantren ciri-ciri orang yang meninggal husnul khotimah, di antaranya banyak orang yang mensholatkan dan banyak yang mengantarnya ke kubur.

Tumpah ruah masyarakat DKI Jakarta melepas dan menyambut kadatangan Pak Anies sebagai idikator bahwa beliau berhasil membangun Jakarta selama 5 tahun masa jabatan Gubernur dan layak untuk diantar untuk memimpin Indonesia dengan tagline, “Indonesia Memanggil”.

Pasca purna tugas dari gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memulai melaksanakan amanah yang diembankan Partai NasDem sebagai calon presiden. Anies turun ke daerah-daerah untuk bersosialisasi dengan tagline “Silaturrahmi Nasional”. Daerah pertama yang digeber adalah Medan Sumatera Utara.

Masyarakat tumpah ruah menjemput dari bandara dan pada semua tempat yang dukujungi. Tentu Partai Nasdem sebagai pendamping utama dan simpul relawan yang telah lama terbentuk. Dan, tidak ketinggalan juga KAHMI (Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) daerah yang merupakan organisasi intelektual Bang Anies karena Bang Anies Rasyid Baswedan kala kuliah Sarjana di UGM menjadi Ketua HMI Cabang Jogja.

KAHMI adalah wadah berhimpunnya para alumni HMI yang saat ini sudah terbentuk di seluruh Provinsi di Nusantara. Tidak ketinggalan juga Pemuda Pancasila karena Anies Rasyid Baswedan telah resmi menjadi anggota Pemuda Pancasila. Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila Bang Yapto telah menginstruksikan bahwa seluruh jajaran struktur organisasi Pemuda Pancasila supaya memfasilitasi dan mendampingi kunjungan Anies Baswedan ke daerah – daerah dan semua anggota harus memilih Anis pada Pilpres 2024, mendatang.

Pasca Medan, Taksik Malaya Ciamis Jawa Barat, Palu Sulteng, Aceh, Riau, Papua, Makasar Sulsel, Padang-Sumbar, Bandung, dan Lombok NTB. Pada semua tempat yang dikunjungi masyarakat tumpah ruah menyambut dari bandara sampai ke bandara lagi balik ke Jakarta. Tidak ada bagi-bagi sembako atau lempar-lempar kaos. Murni keinginan masyarakat atas informasi dan mobilisasi Partai NasDem, Simpul Relawan, tentu Pemuda Pancasila dan KAHMI.

Di KAHMI memang TIDAK ada arahan khusus secara organisatoris untuk mendukung Bang Anies dan memang tidak boleh mengarahkan karena KAHMI adalah organisasi intelektual yang anggotanya multi profesi, lintas organisasi, lintas partai, dan banyak lagi lintas-lintas yang lain. Tapi sebagai insan akademis, pengabdi dan pencipta anggota KAHMI sangat faham dengan panggung depan dan panggung belakang. Dan, yang pasti  sudah punya konsep tentang siapa yang harus memimpin bangsa ini di era global supaya bangsa ini diperhitungkan oleh bangsa lain.

Wah Waye, kata orang Sasak sebagai tagline penyambutan Anies Rasyid Baswedan kala berkunjung ke Lombok NTB, 30 – 31 Januari 2023.
“Wah Waye” dalam dimensi bahasa dan budaya Sasak ungkapan yang menujukkan waktu atas peristiwa yang sudah diketahui atau direncanakan.

Misalnya “Wah waye  ta bekolor’ (sudah waktunya kita makan). Ungkapan ini tidak mungkin akan diungkapkan kalau bukan saatnya orang makan. Misalnya makan siang. Makan siang bagi masyarakat  Sasak antara jam 11.00 – 14.00. Tidak akan pernah ungkapan ini diungkapkan pada Jam 9, 10. Contoh yang lain, “Wah waye ta  berangkat” (sudah waktunya kita berangkat). Ungkapan ini sudah pasti akan pergi ke suatu tempat yang sudah direncanakan dan lawan bicara sudah tahu rencana akan pergi.

Jadi pengunaanan ungkapan “Wah Waye” untuk menyambut kehadiran Anis dalam Silaturrahmi Nasional di Lombok NTB dimaksudkan bahwa sudah waktunya Anis Rasyid Baswedan jadi Presiden Republik Indonesia 2024. Masyarakat sudah tahu bahwa Anis Rasyid Baswedan dicalonkan oleh NasDem untuk jadi calon Presiden RI 2024 dan sekaligus ungkapan ini sebegai motivasi untuk memenangkan di Lombok.

Saat tiba di Lombok pagi Senin, 30 Januari 2023, Anis telah didukung oleh 2 partai dengan didiklernya pernyataan Ketum Partai Demokrat AHY pada Jumat 27 Januari bahwa Partai Demokrat secara organisatoris  mendukung Anis Rasyid Baswedan menjadi calon Presiden RI 2024. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekjen DPP Partai Demokrat di pendopo Anis Rasyid Baswedan di Jakarta. Dihadiri oleh tim kecil penggodok “Koalisi Perubahan” dari Nasdem, Demokrat, PKS dan tim Anis sendiri yang dimotori oleh Sudirman Said.

Satu hal yang mengejutkan, saat masyarakat Lombok mengelu-elukan Anis Rasyid Baswedan dengan tagline “Wah Waye” Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Senin, 30 Jnauari 2023, pukul 18.00 WIB secara “mendadak” “mendeklarasikan” mendukung Anis Rasyid Baswedan sebagai Capres 2024.

Deklarasi ini disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Syuro’ DPP PKS MSI (Dr.Muhammad Sohibul Imam) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Sukarno Hatta. Setiba beliau dari Turki berkonsultasi dengan Ketua Majelis Syuro’ DPP PKS  Kiyai Dr. Habib Shalim Al Jufri dan Presiden PKS KH. Muhammad Saihu yang lagi berada di Turki dalam rangka tugas ke negara-negara Eropa.

Jadi keputusan PKS untuk mendukung Anis Rasyid Baswedan menjadi calon Presiden 2024 diambil di pusat Daulah Islam terakhir, yakni Turki Usmani. Mudahan ada hikmah dibaklik peristiwa ini. Dengan PKS berdeklarasi maka koalisi partai pendukung Anis yang dinamai dengan “Koalisi Perubahan” menjadi Final. Telah resmi dan tidak ada keraguan bahwa Anis Rasyid Baswedan melenggang untuk berkontestasi meraih RI 1 dengan tiket PT 20 % terlampaui.

Adakah makna yang tersirat antara tagline “Wah Waye” dengan finalnya “Koalisi Perubahan” kala Anis berada di Lombok? Waalhuaklambissawab. Yang pasti Lombok dikenal dengan pulau 1000 masjid dan sebentar lagi akan menyandang title 1000 pesantren, insyaa allah. Lombok dalam pentas nasional mungkin suaranya tidak diharapkan karena keci…..l tapi barang kali doa-doanya penting juga.

Pernah saat kuliah program doktor di Uiversitas Negeri Jakarta (UNJ) kami berdiskusi tentang politik nasional sambil menunggu jam kuliah tiba. Rekan-rekan yang dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Barat bilang, “Eh Pak Lalu dalam kancah pertarungan politik nasional suara orang Lombok tidak diperhitungkan alias tidak diharapkan tetapi yang diharapkan dari orang Lombok doanya”. Pernyataan ini tidak saya bantah karena memang itu adanya dalam skala nasional suara masyarakat Lombok barang kali tidak sampai 1%.

Kalau mau menang pertarungan ada di Jawa barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Raihlah kemenangan di 3 wilayah ini, dapat dipastikan akan melenggang  di pentas nasional baik eksekutif maupun legislatif.
Dari pernyataan terakhir rekan tersebut memang tidak mudah bagi orang Lombok untuk bermimpi meraih RI 1 maupun RI 2. Bermimpi boleh tapi harus realistis supaya jangan kena dengan sesenggak (pepatah) orang Sasak, “peres batu ndarak aik”. Kerja keras loncat sana loncat sini tapi tidak berhasil karena batu memang TIDAK mengeluarkan air.

Anis Rasyid Baswedan tidak ambisi meraih kekuasaan. Bukti “ketidakambisian” ini ditandai bahwa  sampai saat ini tidak bergabung dengan partai manapun. Bukankah dalam teori demokrasi bahwa partai adalah pintu utama untuk meraih kekuasaan. Tapi Anis Rasyid Baswedan telah menyiapkan diri dengan baik untuk menjadi penguasa/pemimpin maka pintu-pintu kekuasaan “menjemput” tanpa harus pindah-pindah partai.

“Koalisi Perubahan” sudah terbentuk dengan melebihi ambang batas PT. Ini menjadi amunisi baru bagi para relawan Anis. Bila berkunjung “Silaturrahmi Nasional” ke daerah-daerah bukan hanya Partai Nasdem yang akan mendampingi dan memfasilitasi tetapi juga Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Tentu para relawan, Pemuda Pancasila dan Anggota KAHMI yang tidak “tersoal” di layar depan. Bagi yang “tersoal” di layar depan maka beradalah di layar belakang dengan cara masing masing.

Negeri ini sangat luas dan kaya raya dibutuhkan orang yang berkafasitas untuk mengelolanya. Kafasitas akan tergambar dari kualifikasi pendidikan, rekam jejak dan konsep untuk menata masa depan. Anis Rasyid Baswedan insyaa allah adalah jawaban. Yakin Usaha Sampai (Yakusa). Wallahuaklam bissawab.

(Redaksi PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU