Wahab Seorang Padagang Golok Asal Loteng Harus Berjuang Keras Diumurnya Yang Munua

LOTIM | POROSLOMBOK –

Diparkiran kantor Bupati Lombok Timur, terlihat seorang pria tua duduk bersama tas lusuh berisikan berbagai macam golok dan pisau, namun bukan untuk baku hantam. Akan tetapi golok-golok tersebut menunggu untuk dipinang pembeli yang kebetulan lewat diparkiran kantor Bupati. Rabu (09/02)

Pria Tua tersebut bernama Wahab (69) Tahun warga Jonggat kabupaten Lombok Tengah yang setiap harinya harus bolak-balik Lotim untuk berdagang. Karena menurutnya kantor Bupati Lotim merupakan lokasi strategis untuk menjajakan dagangannya.

Wahab bercerita beberapa tahun yang lalu sekitar 2018 dirinya bisa meraup omzet sampai Rp.500 ribuan setiap harinya. Akan tetapi ketika Virus Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia ia hanya bisa mendapatkan keuntungan Rp.15 sampai dengan 50 ribu.

“Keuntungan saya ini hanya buat membeli kebutuhan sehari-hari saja” ungkapnya sambil sesekali menghapus keringatnya

Ditengah badai Pandemi yang berkepanjangan tidak menyurutkan langkah Wahab untuk berdagang, karena ketika ia pulang kerumah dapurnya harus mengepul dan tong beras tetap terisi. Tak hanya itu ia juga harus mencukupi kebutuhan 6 orang anaknya walaupun salah satu sudah bekerja di bengkel pinggir jalan.

Kadang-kadang Wahab berpikir ingin menikmati masa tua ditengah umurnya yang semakin menua, namun karena beban ekonomi yang begitu berat memaksanya harus berdagang dari pagi hingga petang. Terpancar diwajahnya rasa letih dan lelah bahkan tak jarang ia harus memaksa tubuh tuanya untuk terus berdagang.

Setiap harinya Wahab harus mengeluarkan uang transportasi sebesar Rp.10 ribu untuk bolak -balik dari Loteng ke Lotim, tentu hal ini sangat jauh perbandingannya dengan omzet yang ia dapatkan, yang hanya maksimal Rp.50 ribu setiap harinya.

Ia berharap Pandemi ini cepat berlalu karena semakin lama membuat usahanya semakin lesu, karena untuk mendapatkan satu pembeli saja dirinya harus melakukan bujuk rayu begitu keras, bahkan sampai dirinya harus rela banting harga hingga 50 Persen.

(arul / Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU