(PorosLombok.com) – Rencana Bupati Lombok Timur untuk menggelontorkan anggaran sebesar Rp250 miliar lewat skema tahun jamak alias multi years mendapat lampu hijau dari DPRD Lotim.
Wakil Ketua DPRD Lotim, Muhammad Waes Al Qarni, menegaskan bahwa ia mendukung penuh langkah tersebut karena dinilai sebagai solusi cerdas untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan tanpa membebani daerah dengan bunga utang.
“Ini memang utang, tapi bukan utang berbunga. Jadi gak bikin pusing kepala. Sistemnya tunda bayar, bukan pinjam ke lembaga pembiayaan seperti SMI yang bunganya tinggi,” ujar Waes, Selasa (9/6).
Menurutnya, program ini menyasar pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut kondisi jalan rusak di beberapa wilayah bahkan membuat warga menanam pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes.
“Sudah banyak jalan rusak yang ditanami pisang. Ini jadi sinyal keras dari masyarakat agar pemerintah segera bertindak. Maka dari itu DPRD sepakat, percepatan ini harus jalan,” tegasnya.
Dalam skema ini, Pemda akan menggandeng kontraktor atau pengusaha lokal yang bersedia mendanai proyek lebih dulu. Nantinya, Pemda akan mencicil pembayaran sebesar Rp50 miliar per tahun selama empat tahun.
“Totalnya Rp250 miliar, dicicil selama empat tahun. Jadi di tahun keempat, semua sudah lunas tanpa bunga. Skema ini jauh lebih ringan dan tidak membebani APBD dengan bunga pinjaman,” terang Waes.
Saat ini, kata dia, rencana tersebut masih dalam tahap finalisasi. Bupati akan segera mengundang para pengusaha yang siap ikut serta dalam proyek ini.
“Pemda akan kasih uang muka Rp50 miliar. Setelah itu, proyek bisa langsung dikerjakan, dan sisanya dicicil tiap tahun. Yang penting, pekerjaan jalan bisa dipercepat dan rakyat tidak lagi harus bersabar di tengah jalan berlubang,” tutupnya.
(arul/PorosLombok)















