PorosLombok.com | LOTIM |
Setiap Daerah memiliki adat dan tata krama yang berbeda-beda, di Zaman modern ini, mungkin ada yang melupakan adat dan tradisi. Tapi kali ini kami mau membahas lima hal yang harus dihindari di Lombok penasaran simak ulasan berikut.
1. Pegang kepala telinga dan pundak
Ada tiga bagian tubuh yang tidak boleh dipegang atas alasan yang berbeda yaitu, kepala telinga dan pundak. Jangan coba-coba memegang kepala laki-laki di luar keperluan untuk bersyukur atau mungkin mencabut ubahnya mereka sangat menjaga kepalanya agar tidak dipegang sembarang orang karena diartikan sebagai tindakan merendahkan atau terkalahkan
Lain lagi maknanya memegang telinga, orang sasak sangat tidak menyukainya, karena ini salah satu cara untuk menantang berkelahi. Dan Memegang pundak juga tidak lazim menurut orang sasak seseorang yang telah dipegang pundaknya merupakan pertanda ia telah dikuasai atau dalam bahasa Inggrisnya Under Control oleh pemegangnya, Kadang orang sasak beranggapan bahwa di pegang pundaknya berarti direndahkan
2.Jangan Bersiul di malam hari
Bagi orang sasak ekspresi kesenangan dengan cara bersiul mesti dilakukan pada tempat dan waktu yang pantas bersiul di malam hari sangat dilarang begitu pula bersiul di wilayah-wilayah yang bersifat pribadi seperti didalam rumah, demikian juga di pekarangan rumah tidak dibolehkan
Tempat yang dipandang pantas untuk bersiul adalah tempat umum, seperti jalan raya, kebun, sawah dan tempat-tempat sejenisnya. Mitos yang berkembang di kalangan suku Sasak dalam hal bersiul yaitu, bisa mengundang datangnya ular entah apa kaitannya, tetapi diduga itu hanya jalan pikiran untuk menakut-nakuti sehingga seseorang tidak bersiul di tempat-tempat yang merupakan wilayah pribadi.
3. Hindari kata kamu
Adat dan kebiasaan memang berbeda disetiap daerah, tapi kalau di Lombok sangatlah tidak dianjurkan untuk memanggil seseorang dengan kata kamu kepada yang lebih besar, alasannya, jika kata kamu ditempatkan ke orang yang lebih dewasa itu dianggap tidak sopan dan tidak menghormatinya, dan bahasa yang tepat untuk menggantinya adalah dengan menggunakan kata side, pelinggih, namun kata kamu ditempatkan hanya untuk orang yang lebih bawah umurnya.
4.Jangan Lewat di Belakang orang Yang Sedang Duduk
Jangan sesekali kita lewat di belakang orang yang sedang duduk karena itu sangat tidak dianjurkan bagi siapapun di Lombok. Namun kalau lewat di depannya dibolehkan. Seperti kisah sang raja pada masa lalu yang tega membunuh istrinya karena melakukan hal tersebut, karena efek menurut orang Lombok itu bisa merendahkan derajat mereka, makanya kita tidak heran kalau sang raja dulu membunuh istrinya.
Tapi sekarang memang berlahan-lahan kebiasaan tersbut sudah mulai terkikis karena melihat generasi sekarang tidak memperhatikan seiring perkembangan zaman yang semakin mederen.
5. Menunjuk Pakai Tangan Kiri.
tata krama yang diwariskan oleh nenek moyang kita adalah tidak boleh menunjuk dengan tangan kiri, di Lombok menunjuk sesuatu kepada seseorang menggunakan tangan kiri itu tidak dibolehkan, apalagi makan pakai tangan kiri. Peraturan ini berlaku di Lombok.
Kenapa kita tidak dibolehkan menunjuk dengan tangan kiri karena itu tidak menghargai seseorang sebab tangan kiri itu fungsinya untuk membersihkan kotoran saat buang air besar maupun kecil, makanya tidak dibolehkan. ya kalau mau menunjuk sesuatu di Lombok itu lebih baik menggunakan tangan kanan
(Red)


















