LOTIM | Poros Lombok –
Masih teringat ketika Ramadhan tahun lalu Masyarakat diselimuti ketakutan karena virus tak kasat mata mulai berdatangan sehingga para pelaku UMKM lesu bahkan tak jarang ada yang sampai gulung tikar.
Tak hanya itu masyarakat harus rela dirumah, bahkan untuk mendatangi tempat-tempat ibadah kian susah, namun Ramadhan tahun ini tampak berbeda, terlihat para pelaku UMKM mulai berjejer di Pertokoan Pancor Treet Center (PTC) kota Selong sabtu sore kemarin (26/03) seolah Covid-19 mulai Meninggalkan bumi Patuh Karya
Senyum hangat para pelaku UMKM Yang sedang merapikan dagangannya, terlihat meja-meja kecil berbaris rapi di tengah halaman PTC, ramainya lalu lalang para pengunjung menambah kehangatan suasana menjelang Ramadhan.
Rasa syukur terlontar dari para pedagang Kaki lima, karena di waktu hampir memasuki bulan suci Ramadhan ini bisa beraktivitas bebas dan mengais Rizki kembali untuk keluarga mereka di rumah, walaupun harus tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) “Alhamdulillah sudah lama sekali kita menanti suasana seperti ini setelah sekian lama vakum karena pandemi,” ucap Ibu Nova salah satu pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di PTC Pancor.
Pandemi selama ini memang cukup membuat para pelaku UMKM terbelenggu dalam beraktifitas, akan tetapi tepat di Ramadhan yang sebentar lagi akan datang merupakan Ramadhan Pertama dengan kebebasan, tanpa ketakutan, tanpa rasa was-was jika keluar rumah. Seolah hawa Ramadhan ini membangkitkan semangat seluruh ummat di dunia termasuk daerah tercinta Lombok Timur.
Seperti pernyataan yang pernah disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Drs.HM Juaini Taofik. M.AP beberapa waktu yang lalu bahwa, Kabupaten Lombok Timur bertahan di PPKM Level satu, ditambah lagi capaian vaksinasi sudah di angka 80 Persen, dan sudah melakukan deklarasi 3 Pilar membuat Lombok Timur merupakan Kabupaten yang sehat.
Tak hanya di Kota Selong, kehangatan dan keberkahan mulai terpancar di seluruh wilayah di kabupaten Lombok Timur, seperti di Paok Motong Kecamatan Masbagik, yang saat ini mulai terlihat lampu-lampu hias mulai berjejer rapi disepanjang jalan, ramainya para pelaku UMKM yang sudah mulai dikerumuni para pembeli. “Saya senang sekali saat ini bisa bebas jualan,” cetus irna salah satu pedagang sate di pinggir jalan Paok Motong sembari membolak-balik sate pesanan pelanggannya.
Ia buka dagangannya sore hari hingga menjelang dini hari. Irna menyebut ketika mau masuk Ramadhan ini omzetnya mencapai ratusan ribu permalam, berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya.”Semoga ketika Ramadhan datang omzet saya lebih banyak lagi,” harapnya. Pandemi selama ini juga sudah mematikan usahanya namun di tahun ini ia mencoba bangkit kembali.
Bulan Ramadhan yang penuh Rahmat dan Maghfiroh ini seakan menunjukan keajaibannya, seolah ia berkata “sambutlah aku maka keberkahan dan Rahmat Allah SWT menghampirimu” sungguh bahagia bagi orang-orang yang bisa bertemu kembali dengan ramadhan tahun ini , Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Bulan penuh ampunan.
(Arul / Poros Lombok)


















