(PorosLombok.com) – Satreskrim Polres Lombok Timur bergerak cepat mendalami penemuan mayat bayi laki-laki yang menggegerkan warga Lingkungan Sekarteja, Kecamatan Selong, Jumat (23/1/2026).
Investigasi kini difokuskan pada pelacakan identitas orang tua melalui prosedur medis forensik.
Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nikolas Osman menegaskan jasad berlumuran lumpur tersebut sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda NTB. Tindakan ini merupakan langkah krusial untuk mengungkap aktor di balik aksi keji tersebut.
”Kami membawa jasad tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diperiksa secara mendalam, termasuk memastikan apakah persalinan dilakukan melalui bantuan medis atau tidak,” ujar AKP Nikolas Osman.
Fakta lapangan menunjukkan bayi berbobot 3,7 kilogram dengan panjang 59 sentimeter itu tergeletak telanjang di bantaran sungai. Salman Alfarizi (20), saksi pertama di lokasi, awalnya mengira tubuh mungil tersebut merupakan bangkai binatang sebelum akhirnya memeriksa lebih dekat.
”Kondisi tali pusat masih utuh dan cukup panjang meski sudah terpotong, muncul dugaan kuat bahwa korban sengaja dibuang pascamelahirkan,” ungkap Nikolas terkait temuan di TKP.
Penyidik meyakini hasil autopsi bakal memberikan petunjuk vital mengenai waktu pasti kematian hingga kecocokan genetik. Uji DNA menjadi instrumen utama kepolisian menyisir keberadaan orang tua kandung di wilayah Selong dan sekitarnya.
”Prosedur forensik dilakukan guna menentukan jam kematian serta pengambilan sampel DNA untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Saat ini, aparat terus mengumpulkan keterangan saksi serta memantau data persalinan di berbagai fasilitas kesehatan terdekat. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui aktivitas mencurigakan di sekitar Kali Koak segera melapor untuk mempercepat pengungkapan kasus.
















