Buang Rasa Gengsi, Dua Pemuda Asal Desa Loyok Buka Usaha Ayam Geprek

Lotim, PorosLombok.com

Masa muda tentu bukan hal yang aneh, jika harus hidup serba gaya, ataupun harus menghambur-hamburkan uang untuk hanya sekedar hidup berfoya-foya, baik untuk nongkrong sama teman-teman seumuran ataupun sama pujaan hati di cafe-cafe.

Lain halnya dengan dua orang anak muda asal desa Loyok kecamatan sikur, Lombok Timur, yakni Lalu Dede (25) dan Lalu Evra (27), yang memanfaatkan masa-masa mudanya untuk membangun usaha Ayam geprek, yang ia namakan “AYAM GEPREK GACOR” berlokasi di desa Kotaraja Kecamatan Sikur.

Awal mulanya membangun usaha tersebut, karena melihat kesehariannya yang harus menghabiskan uang belanja ratusan ribu perhari untuk hanya sekedar main-main yang tidak bermakna, karena ia juga bekerja di salah satu apotik di desa kotaraja. “Jadi ketika gajian uang saya habis tanpa sisa,”ungkap Lalu Evra, saat dikonfirmasi porosLombok, Kamis (23/02).

Melihat hal ini, tentu harus ada solusi agar gaji yang diterimanya bisa diputar dan tidak habis ketika akhir bulan, maka dari itu ia mengajak lalu Dede yang merupakan rekannya bekerja di Apotik untuk bersama-sama membangun usaha, sehingga mulailah ia mempersiapkan segala sesuatunya baik dari alat seperti gerobak dan sebagainya, termasuk modal. “Modal awal kami cuma 8 Juta patungan sama-sama 4 juta,” bebernya.

Idenya membuka usaha bukan tanpa alasan, karena beberapa tahun yang lalu ia sempat bekerja di usaha ayam geprek temannya sambil kuliah, di salah satu perguruan tinggi negeri di mataram, sehingga ada pengalaman dalam mengolah kuliner terutama ayam geprek.

Walaupun baru 1 minggu buka, namun usaha ayam geprek Gacor ini, mulai ramai dikunjungi pembeli bahkan, ia sampai kewalahan melayani pesanan, baik yang datang langsung maupun dengan sistem Cash on Delivery (COD). Dalam sehari omzet yang diraup sampai 1,2 Juta dengan modal 550 ribu rupiah. “Kami menjual satu porsi ayam geprek seharga 10 ribu kalau sama nasi 12 ribu,” jelas evra.

Lain halnya dengan rekannya lalu Dede, niatnya membangun usaha ini karena lokasinya yang strategis, tentu hal ini merupakan sebuah peluang, bagaimana tidak, letaknya berada di jantung desa Kotaraja. Sehingga selama beberapa hari ini, ayam gepreknya selalu ramai dikunjungi pembeli. “Alhamdulilah dari hari pertama buka, kami kewalahan melayani pembeli,”sahutnya.

Kata lalu dede, berdasarkan sejumlah pelanggan ayam geprek Gacor ini, sangat enak sehingga tak jarang banyak yang balik lagi untuk membeli dari berbagai desa di sekitaran Loyok dan kotaraja.” Untuk sementara kami mulai buka jam 4 sore sampai jam 9 malam,” jelasnya.

Kedepannya ia berharap usaha ini bisa tumbuh dan berkembang, dan semoga ia bersama rekannya (lalu Evra-red), tetap istiqomah menjalankan usaha ini, dan bisa mendirikan cabang-cabang di tempat yang lain.” Semoga para pelanggan kami puas dan bagi yang berminat silahkan langsung datang ke lokasi kami di depan kantor desa Kotaraja, tepatnya di samping Apotik Uni medical Center,” pungkasnya.

(Arul/ PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU