POROSLOMBOK.COM | LOTIM –
Berawal dari keprihatinannya terhadap petani nira, khususnya di Desa Pringga Jurang Utara , kecamatan, Montong Gading Kabupaten Lombok Timur, Diana, (23) mencoba mengembangkan Produk-produk dari bahan air Nira.
Petani nira di Desa Pringga Jurang Utara memang cukup banyak. Air nira ini nanti akan diolah sebagai beberapa produk, baik gula batu dan sebagainya. Namun dari tahun ke tahun harga olahan air nira ini selalu anjlok dan bahkan tak jarang petani mengalami kerugian.
Kepada Poroslombok, Diana mengatakan gula batu yang berbahan dasar nira ini mengalami kenaikan hanya pada saat bulan Puasa dan hari-hari besar lainnya.
Hal ini dikarenakan banyaknya, yang membeli untuk olahan kuliner, namun usai ramadhan harganya sangat rendah tidak sesuai dengan lelahnya petani untuk mendapatkan air tersebut.
“Bahkan gula petani kita sampai rusak dan jamuran karena tidak ada yang membelinya,” ungkap diana, Senin (16/05).


















