PorosLombok.com – Kematian adalah sebuah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun, termasuk bagi Anda yang tengah sibuk dengan rutinitas harian. Kesadaran akan akhir hayat ini seharusnya menjadi alarm utama bagi setiap individu untuk terus berbenah.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa saat wafat, manusia tidak membawa harta benda apa pun kecuali kain kafan yang bahkan tidak memiliki kantong untuk membawa bekal materi ke liang lahat.
”Seseorang yang cerdas adalah mereka yang segera menyiapkan bekal amal saleh sebelum waktu pertanggungjawaban itu tiba di hadapan Allah SWT,” tutur sang ulama.
Langkah praktis bagi Anda adalah membuktikan iman melalui aksi nyata, bukan sekadar pengakuan lisan. Pastikan setiap tindakan harian memiliki nilai ibadah yang konkret agar iman tetap terjaga dengan konsisten di mana pun Anda berada.
Beliau mengibaratkan bahwa iman dan amal saleh itu layaknya dua sayap burung yang saling melengkapi satu sama lain agar bisa berfungsi dengan baik dalam menempuh perjalanan hidup menuju rida-Nya.
”Jika salah satu sayapnya terluka, maka burung tersebut tidak akan bisa terbang menuju rida Allah SWT,” jelas pendakwah kondang tersebut.
Tips selanjutnya adalah menjaga seluruh anggota tubuh agar hanya melakukan hal-hal yang bermanfaat secara sosial. Anda bisa mulai dengan menjaga mata dari tontonan tidak berfaedah saat berselancar di media sosial atau di ruang publik.
Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa keimanan yang benar akan membimbing lisan seseorang untuk selalu bertutur kata baik atau lebih baik memilih untuk diam jika tidak mampu berkata benar kepada sesama.
”Pilihannya hanya dua, yaitu berkata yang baik atau lebih baik diam jika tidak mampu menjaga lisan,” pesan beliau dengan tegas.
Bagi Anda yang ingin meningkatkan kualitas hidup, mulailah menjadi Ahlul Qur’an level pertama dengan rutin membaca kitab suci setiap harinya secara istiqamah meskipun Anda belum menghafal secara keseluruhan.
Mengenai tingkatan ini, beliau memaparkan bahwa istiqamah dalam membaca adalah fondasi awal yang sangat penting bagi setiap Muslim untuk meningkatkan derajat keimanan mereka di sisi Allah SWT.
”Level pertama adalah mereka yang senang berinteraksi dengan Al-Qur’an meskipun dalam keterbatasan,” bebernya.
Naik ke level kedua, Anda disarankan mulai mengkaji dan mengamalkan isi Al-Qur’an sesuai profesi masing-masing. Jadikan nilai suci tersebut sebagai standar etika utama saat Anda bekerja dan berinteraksi di lingkungan masyarakat.
Level tertinggi yang harus dicapai adalah menjadi Hamilul Qur’an, yaitu mereka yang menjaga Al-Qur’an di dalam jiwanya sehingga seluruh akhlak dan perilakunya mencerminkan isi suci dari kitab tersebut secara nyata.
”Kondisi ini membuat akhlak seseorang secara otomatis mencerminkan isi Al-Qur’an dalam setiap tindak-tanduknya,” sarannya.
Jangan ragu untuk aktif mencari majelis ilmu yang berkualitas di sekitar tempat tinggal Anda. Majelis yang baik adalah majelis yang mampu mengangkat derajat keimanan dan merubah perilaku menjadi lebih mulia di hadapan Pencipta.
”Hal ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk terus meningkatkan interaksi dengan kitab suci agar mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat,” tutup beliau.*














