PorosLombok.com – Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Lombok Timur menyiapkan fasilitas layanan internet gratis di 224 lokasi strategis menggunakan teknologi satelit canggih.
Langkah taktis ini sengaja diambil pemerintah daerah untuk memperkuat sistem konektivitas digital di sejumlah wilayah pinggiran. Fasilitas gratis tersebut diprioritaskan bagi area yang selama ini masih minim jangkauan seluler.
“Program ini bertujuan memperkuat konektivitas di wilayah yang mengalami titik lemah sinyal,” ujar Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Lombok Timur H. Muhammad Fauzan, Minggu (31/5/2026).
Fauzan menjelaskan bahwa saat ini terdeteksi sekitar tujuh titik lokasi di wilayahnya yang memiliki kualitas pancaran sinyal sangat lemah. Kendala geografis sering kali menjadi faktor utama penghambat distribusi frekuensi.
Uniknya, persoalan hilangnya sinyal di beberapa desa bukan disebabkan oleh ketiadaan infrastruktur menara telekomunikasi. Masalah justru muncul akibat perbedaan operator seluler pilihan warga.
“Terjadi ketidaksesuaian antara operator yang digunakan warga dengan tower penyedia di sana,” katanya.
Guna mempermudah proses distribusi, skema pengajuan bantuan kini dapat diakses secara terbuka oleh elemen masyarakat luas. Warga cukup mengirimkan berkas usulan melalui aplikasi resmi yang tersedia.
Kelompok pelaku usaha mikro, lembaga swadaya, hingga instansi sekolah menjadi target utama penerima manfaat program. Terobosan ini diharapkan mampu mendongkrak omzet perdagangan lokal.
“Kami memanfaatkan bantuan langsung dari satelit melalui Bakti Kominfo Jakarta,” jelasnya.
Ia mengonfirmasi bahwa pemerintah pusat telah mengirimkan paket perangkat parabola khusus ke lokasi sasaran. Sementara itu, pihak daerah hanya bertanggung jawab menyediakan pasokan listrik.
Intervensi teknologi ini terbukti ampuh memangkas kesenjangan literasi digital antarwilayah secara signifikan. Sektor pelayanan publik berbasis daring kini bisa diakses tanpa kendala kuota.*
“Semoga program ini mendukung penuh kegiatan pendidikan dan ekonomi di pelosok,” pungkasnya.















