PorosLombok.com – Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, membongkar habis perilaku orang yang gemar menguliti aib sesama di hadapan publik.
Tindakan mencari kesalahan orang lain disebut sebagai indikator kuat rusaknya kondisi spiritual seseorang dalam unggahan YouTube terbaru, Senin (16/3/2026).
”Orang yang mencari kejelekan orang lain itu sebetulnya karena hatinya jelek,” tegas Buya Yahya tanpa basa-basi.
Ulama kondang ini menyebut perilaku tersebut sebagai cerminan langsung dari isi dada pelakunya. Seseorang tidak akan fokus pada keburukan pihak lain jika batinnya bersih dari penyakit hati.
Pandangan mata yang kotor membuat seseorang buta terhadap kebaikan yang ada di depannya. Fokus mereka hanya tertuju pada lubang kesalahan sekecil apa pun, jelasnya.
Efek dominonya, interaksi sosial orang tersebut hanya berisi prasangka yang merusak tatanan silaturahmi. Narasi dalam video menekankan bahwa kualitas diri seseorang terlihat dari apa yang ia cari pada orang lain.
”Matanya kotor sehingga bisanya hanya melihat kejelekan orang maka sesungguhnya memang dirinya jelek,” imbuhnya dengan nada serius.
Logika sederhana yang dibangun adalah setiap manusia bertindak sebagai cermin bagi dirinya sendiri. Apa yang keluar dari mulut saat menghakimi orang lain justru menunjukkan jati diri si pengucap.
Orang yang menghabiskan energinya untuk memantau aib orang lain dipastikan gagal memperbaiki kualitas hidupnya sendiri. Fenomena ini disebut sebagai tanda nyata seseorang memiliki hati busuk.
”Sesungguhnya kalau orang kerjaannya mencari kejelekan orang, memang dirinya jelek,” cetus Buya Yahya lagi.
Sikap gemar menguliti kesalahan pihak lain menjadi bumerang yang menghancurkan reputasi pelaku di mata masyarakat. Penilaian negatif yang dilontarkan justru mengonfirmasi bahwa si penilai memiliki akhlak rendahan.
Video ini memberikan tamparan keras bagi siapa saja yang merasa lebih suci dengan cara menjatuhkan orang lain. Kebersihan hati adalah syarat mutlak agar manusia bisa melihat dunia secara jernih dan objektif.
”Kalau memang kerjaannya hanya mencari kejelekan orang, itu bukti dirinya sendiri yang memang jelek,” pungkasnya.*














