PorosLombok.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mendorong pemanfaatan Big Data untuk memperkuat tata kelola pemerintahan serta menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Upaya tersebut mengemuka dalam The 13th International Conference on Computer, Control, Informatics and its Applications (IC3INA) 2026 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Aruna Senggigi Resort & Convention, Lombok Barat, Kamis (3/9/2026).
Konferensi internasional yang berlangsung selama tiga hari tersebut mengusung tema “Designing Agentic AI Systems for SDGs: Autonomous Agents, Multi-Agent Collaboration, and Real-World Applications.” Forum ini mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi industri, dan pemangku kebijakan untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan, sistem multi-agent, big data, digital government, serta penerapan teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat, H. Rizky B. Adam, mengatakan teknologi dan digitalisasi saat ini bergerak dengan sangat cepat. Menurutnya, konsep Big Data, dan kemajuan teknologi lainnya seperti Agentic AI dan kolaborasi multi-agent membuka peluang baru bagi pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi pelayanan publik dan proses pengambilan keputusan.
“Teknologi jangan hanya sebatas membuat aplikasi dan sebagainya. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut memberikan dampak nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Rizky.
Ia menjelaskan, Diskominfotik Lombok Barat saat ini tengah menyusun dan mengembangkan sistem big data yang diharapkan menjadi wadah integrasi data daerah dalam kerangka Satu Data Lombok Barat.
Data dari berbagai sektor pemerintahan nantinya dapat dihimpun, diintegrasikan, dan dianalisis sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan.
“Big data ini kita harapkan menjadi wadah satu data untuk Lombok Barat. Seluruh data dapat masuk, kemudian dianalisis dan hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan yang lebih tepat. Ini yang kita arahkan menuju data driven government,” jelasnya.
Menurut Rizky, pendekatan tersebut akan membantu pemerintah melihat kondisi pembangunan berdasarkan data dan kebutuhan riil di lapangan, sehingga kebijakan yang dihasilkan berbasis informasi yang terukur.
IC3INA 2026 juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk membuka peluang penguatan kerja sama dengan BRIN, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan sumber data untuk mendukung pembangunan daerah.
Salah satu potensi yang dinilai strategis adalah pemanfaatan citra satelit yang dapat diintegrasikan dengan sistem big data daerah.
“BRIN memiliki citra satelit dan ini sebetulnya bisa diintegrasikan dengan big data yang sedang kita susun. Misalnya untuk menentukan hotspot atau titik-titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” kata Rizky.
Menurutnya, integrasi data tersebut dapat membantu pemerintah menentukan wilayah prioritas penanganan secara lebih akurat. Informasi berbasis citra satelit dapat digunakan oleh perangkat daerah terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, untuk memetakan wilayah yang memiliki potensi risiko tinggi.
“Dengan begitu, BPBD atau Damkarmat tidak harus fokus ke seluruh area, tetapi dapat memprioritaskan wilayah tertentu yang berdasarkan citra satelit memiliki titik panas tinggi dan berpotensi terjadi kebakaran,” tambahnya.
Rizky menilai perkembangan teknologi, data dan AI akan terus berlangsung pesat dan menjadi bagian penting dari masa depan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi dan digitalisasi harus tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan. Teknologi harus menjadi alat bantu untuk meningkatkan efektivitas kerja, bukan membuat manusia kehilangan kemampuan berpikir.
“Big Data dan AI adalah masa depan. Tetapi kita bukan kemudian menjadi tergantung kepada AI atau berhenti berpikir karena menggunakan AI. Justru bagaimana kita memanfaatkan AI untuk bertransformasi menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, perkembangan AI juga menunjukkan perubahan paradigma dari sekadar menggunakan teknologi menjadi mendelegasikan sejumlah pekerjaan kepada sistem yang mampu bekerja secara otomatis.
Karena itu, pemerintah daerah perlu mempersiapkan sumber daya manusia, tata kelola data, keamanan serta infrastruktur digital agar pemanfaatan AI dapat berlangsung secara optimal dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, Prof. Dr. Eng. Budi Prawara, mengatakan integrasi berbagai sumber data menjadi fondasi penting untuk mengembangkan pemanfaatan AI dalam pemerintahan.
Menurutnya, data yang berasal dari berbagai sumber, termasuk data yang dihimpun dari masyarakat, dapat dikoleksi dan diolah untuk membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih cepat dan akurat.
“Bagaimana kita dapat memanfaatkan data-data yang ada, khususnya untuk pemerintahan di Lombok Barat. Kita bisa mengoleksi data dari berbagai macam sumber, termasuk data yang kita dapatkan dari masyarakat, yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam pengambilan keputusan,” ujar Prof. Budi.
Ia menjelaskan, tantangan pemerintah daerah ke depan bukan hanya mengumpulkan data, tetapi juga memastikan data tersebut dapat terintegrasi dan interoperabel antarperangkat daerah.
Setelah fondasi data terbentuk, teknologi Agentic AI dapat dikembangkan untuk membaca kondisi pembangunan, menyusun laporan secara berkala, hingga memberikan rekomendasi kepada pimpinan daerah.
“Misalkan hari ini indeks pendidikan nilainya 3,5 di suatu daerah. Dengan adanya Agentic AI, dia bisa memberikan narasi kepada pimpinan untuk membantu memberikan solusi atau keputusan, bagaimana supaya indeks ini bisa meningkat dan apa saja yang harus diintervensi,” jelasnya.
Dari data menuju rekomendasi kebijakan
Prof. Budi juga menyinggung pengembangan SPI atau Skor Prioritas Intervensi untuk memberikan gambaran terhadap sejumlah sektor pembangunan daerah.
Melalui pendekatan berbasis data, sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat dapat dipetakan untuk mengetahui bidang yang membutuhkan perhatian serta intervensi lebih lanjut. Menurutnya, Agentic AI dapat menjadi tahap lanjutan setelah data berhasil diintegrasikan.
“Peranan Agentic AI itu tahap berikutnya. Bila kita sudah berhasil mengintegrasikan data-data yang sedemikian banyak, kita bisa memanfaatkan Agentic AI untuk memberikan laporan secara periodik, apakah harian, mingguan, maupun bulanan terhadap indeks yang ada saat itu,” katanya.
Dengan sistem tersebut, proses pengolahan laporan yang selama ini dilakukan secara manual berpotensi dikembangkan menjadi lebih otomatis. Informasi yang dihasilkan kemudian dapat menjadi bahan bagi pimpinan daerah dalam menentukan kebijakan dan prioritas pembangunan.
Prof. Budi mengatakan pemilihan Lombok Barat sebagai lokasi IC3INA 2026 turut didukung oleh perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan data untuk kepentingan pembangunan.
BRIN melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi memiliki sejumlah riset yang berkaitan dengan pemerintahan digital, termasuk optimalisasi data yang telah dikumpulkan pemerintah daerah serta peningkatan keterhubungan data antarperangkat daerah.
“Bagaimana pemerintah daerah dapat memanfaatkan data-data yang sudah dikoleksi, kemudian bagaimana data tersebut dapat lebih interoperabel dengan dinas-dinas yang lain. Ini kita harapkan bisa menjadi satu model di Lombok Barat,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama BRIN dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan model yang tidak hanya bermanfaat bagi Lombok Barat, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lainnya.
“Kami berharap kerja sama yang pertama dengan Lombok Barat ini bisa menjadi model ke depannya untuk daerah-daerah lainnya,” kata Prof. Budi.
IC3INA 2026 membahas berbagai perkembangan teknologi, mulai dari Artificial Intelligence and Machine Learning, Multi-Agent Systems, Big Data Analytics, Digital Government, hingga solusi berbasis AI untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Bagi Lombok Barat, forum internasional tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan inovasi, tetapi juga membuka peluang memperkuat kolaborasi riset dengan BRIN.
Pemanfaatan AI dan big data diharapkan mampu mendorong transformasi digital yang tidak berhenti pada pembangunan sistem atau aplikasi, tetapi menghasilkan pemerintahan yang lebih adaptif, responsif, efisien, dan mampu mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, Prof. Dr. Eng. Budi Prawara; Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Prof. Dr. Esa Prakasa, S.T., M.T.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mataram, Dr. Sujita, S.T.; Dekan Fakultas Teknik Universitas Mataram, Ir. Muhammad Syamsu Iqbal, S.T., M.T., Ph.D.; serta Asisten Direktur Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Pariwisata Lombok, Dr. Amirosa Ria Satiadji, CEE., CHE., CIQNR.
Turut hadir para pembicara utama, antara lain Prof. Runa China Chen dari Chao University of Technology, Taiwan; Dr. Marc Hasselwander, Ph.D. dari German Aerospace Center (DLR); Dr. Diplom-Ingenieur Asril, M.Sc., peneliti senior pada Pusat Riset Sains Data dan Informasi; Dr. Simon Hodson, Direktur Eksekutif CODATA; serta para peserta yang mengikuti konferensi secara daring.*
















