POROSLOMBOK.COM, LOTIM –
Akhir-akhir ini sangat intens kritikan datang di 4 tahun kepemimpinan Zul-Rohmi, baik dari LSM dan beberapa aktifis lainya, tentang Zero Waste yang dianggap sebagai program gagal total.
Kali ini kritikan datang dari aktifis pemerhati Lingkungan, Lombok Tengah, Lalu Debi Margadi Kusuma atau yang akrab dipanggil dengan sebutan amaq ketujur. Menurutnya, Zero waste itu cuma lips servis atau program mengada ada dan tidak realistis.
Ia mengatakan bahwa di lingkup desa saja belum ada yang mampu mencapai. zero waste apalagi lingkup Provinsi. Artinya kata dia, Program ini juga butuh kebijakan dan dukungan sarana dan prasarana yg memadai.
“TPS aja nggak ada ini, coba liat pinggir jalan itu sampah numpuk dimana-mana karna masyarakat bingung mau buang sampah kemana,”ucapnya kepada PorosLombok, Minggu (09/10).
Ia mencontohkan di perbatasan Tanak Awu dan Ketare, kemudian perbatasan mujur dan pejanggik, di jembatan gantung, di jelantik dan sebagai.nya banyak tumpukan sampah di pinggir jalan, Belum lagi bicara armada pengangkut dan petugasnya.
“Artinya kalau mau bikin program itu yang realistis dan bisa di jalankan dengan baik, jangan program itu dibuat sebagai ajang untuk gaya-gayaan mentang-mentang bergelar tinggi,” ujarnya
Lebih jauh banyak anggaran yang digelontorkan oleh Pemprov NTB, sia-sia baleka bagaimana tidak, sambung amaq Ketujur gudang-gudang daur ulang tidak berpungsi sama sekali, hanya bisa dinikmati sebagian orang saja.
“Seharusnya gudang itu menerima semua sampah, tapi ini mereka hanya mau mengambil sampah yang bisa dijual, kalau begini kita jual saja langsung ke gudang tidak perlu ke gudang Zero waste,” ucapnya.
Ia berharap kedepannya Program Zero Waste jangan hanya sekedar rencana saja, namun harus ada kajian yang jelas, karena saat ini masyarakat butuh dibuatkan tempat pembuangan sampah sehingga program Zero Waste ini bisa terwujud.
(Arul/ Poroslombok)
















