PorosLombok.com | LOTIM-
Doa keluarga adalah segalanya, jika dilihat seolah-olah kata itu tak berarti banyak, tapi bagi Muhidin hal itu merupakan inti kekuatan baginya.
Ia merupakan satu diantara pengusaha bakso yang terkenal di Kecamatan Kopang. Namun perjalananya meniti usaha bakso ini tak semudah membalikkan telapak tangan.
Pengalamannya merintis usaha bakso ini, ia ceritakan kepada awak media saat di temui di kedai miliknya hari ini, Jumat (3/5/2022).
Sempat hanya menjadi penjaga di kedai bakso milik orang lain, kini ia percaya doa keluarga lebih dahsyat ketimbang modal usaha apapun.
Ia kini tengah menjalankan usahanya dalam menjual bakso, dimana kedai baksonya di beri nama Bakso Melia yang berada di jalur Provinsi yang menghubungkan Kecamatan Praya dengan Kecamatan Kopang, 300 meter sebelah selatan dari perempatan lampu merah Kopang.
Kedainya sekarang di jalankan dengan keluarga tercintanya, tak tanggung tanggung, jutaan rupiah adalah omsetnya setiap bulannya.
“Semua yang saya miliki saat ini tak lepasnya dari doa keluarga, khusunya istri tercinta,” ucapnya.
Membangun bisnis jelas bukan perkara mudah. Jatuh bangun merupakan hal yang biasa. Selama 8 tahun ia mengikuti orang untuk berjualan bakso, sampai ia mengambil langkah penuh resiko, memulai usaha dengan keluarga dari nol.
“Saya memulainya bersama istri, yang kami pikirkan bukan untung rugi, tapi bagaimana kami kedepannya saling suport bahu membahu apapun yang terjadi,” katanya.
Iapun menceritakan pahitnya bagaimana ia harus melalui hari dengan was-was, lantaran usahanya kadang harus berhadapan dengan para penyedia modal.
“Jadi sudah gak punya apa-apa, aset terjual, utang di mana-mana, cicilannya menumpuk. Hp bunyi saja kita sudah deg-degan, jangan-jangan investor nih, jangan-jangan investor tanya modal nih. Pengennya itu menghilang gitu lah,” ujarnya
Namun, ada keyakinan di dalam dirinya jika suatu saat semua rintangan itu bakal berlalu. Tentu saja, jika dirinya mantap terus melangkah dan pantang menyerah.
“Saya tetap pada prinsip, ah suatu saat semua itu pasti akan berubah, kalau saya sampai di titik ini menyerah ya sampai di sini saja usaha saya, kan begitu,” ucapnya.
Muhidin kemudian mulai bangkit, ia mulai menata usahanya. Kalang kabut, ia tetap bersemangat untuk kembali berusaha.
Ia kemudian menyewa lahan kerabatnya, untuk memulai usaha berdagang bakso.
Dari sana ia kemudian mendirikan keda sederhana yang pada saat itu baru punya beberapa bangku dan ruang sempit saja. Namun usahanya kini sudah berjalan sampai dengan memasuki 15 tahun lamanya.
Dengan bangunan yang sudah di perluas, ada lesehan juga tempat pembeli untuk lebih santai menyantap bakso yang ia pesan. Usahanya puluhan tahun kini membuahkan hasil, ada puluhan karyawan yang bekerja padanya.
Buah keringatnya dulu kini bisa ia nikmati, dan tentu bakso yang ia jual juga tak kalah nikmatnya dengan bakso yang ada di lain tempat lain. Bahkan sampai saat ini baksonya menjadi primadona jikalau masyarakat diluar daerah bahkan dari kecamatan kopang untuk menikmati nikmatnya bakso kopang sendiri.
Untuk informasi bakso yang ia jual di hargai Rp 15 ribu saja, dengan kuah kental khas yang dimiliki, dan daging empuk, sampai dengan tulang rawan renyah akan membuat lidah anda bergoyang ketika menikmatinya.
Ada juga tersedia mi ayam yang di bandrol dengan harga Rp 16 ribu, kemudian es serut yang tentu akan menambah lezat makan siang hingga malam anda.
Bakso melia buka dari pukul 10.00 WITA hingga dengan pukul 22.00 WITA.
(*)
















