close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Stok Barang Pokok di Lombok Tengah saat Perayaan Maulid Masih Aman

  LOMBOK TENGAH - PorosLombok.com | Dinas Perindustrian dan Perdagangan...

Amankan harga beras , Bulog Lombok Timur percepat penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Oktober 2023

Lombok Timur, PorosLombok.com- Bulog cabang Lombok Timur kembali menyalurkan beras...

TGH Najamudin Minta Penjabat Gubernur Berhentikan Seluruh Staf Khusus Era Zul- Rohmi

MATARAM, PorosLombok.com-Anggota Komisi I DPRD NTB TGH Najamudin Moestafa...

Ketum ALARM NTB Angkat Bicara, Terkait Issu Adanya Dugaan Penistaan Ulama

LOTENG, Poroslombok -Menanggapi terkait soal salah seorang warga Kota Mataram yang diduga menistakan Ulama’ di media sosial/Facebook beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari Ketua Umum Aliansi Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat (ALARM-NTB)

Melalui akun akun Facebook bernama Ni Putu Rediyanti Shinta itu mengunggah tulisan yang diduga menghina almarhum Ustad Tengku Zulkarnain

Munculnya ragam tanggapan dari warga netizen yang sebagian besar mengecam atas tindakan pemilik akun tersebut tidak bisa lagi dielakkan

“Syukurlah, Satu persatu perusuh bangsa tersingkirkan. Entah wafat atau dipenjara. Yg wafat akhirnya ketemu deh sm ribuan bidadari syurga nya,” tulis Ni Putu Shinta, Senin (10/5/2021) lalu.

Baca Juga :  Masyarakat Pulau Seribu Masjid Desak POLRI Segera Ringkus Tersangka Penista Agama Jozeph Paul Zhang

Tulisan tersebut sontak NTB khususnya masyarakat Lombok geram. Status tersebut dinilai dapat memantik konflik atau perpecahan ditengah-tengah masyarakat khususnya pulau seribu masjid

Mencermati hal tersebut, Ketua Umum ALARM- NTB, Lalu Hizzi mengatakan Status pemilik akun, Ni Pintu Rediyanti Shinta tersebut murni pernyataan pribadi, bukan kelompok atau golongan, namun yang bersangkutan kebetulan saja agamanya non Muslim, jadi ini tidak ada kaitannya dengan kelompok, suku atau golongan agama tertentu ucap lalu hizzi pada jumat (14/5)

Baca Juga :  Perempuan Berdaya, Bangsa Berdaya

“Pada prinsipnya kita tidak ingin ada oknum atau pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh atau membuat gaduh di pulau yang sama-sama kita cintai ini, kita sudah hidup rukun, damai sejak dulu, mayoritas dan minoritas kelompok masyarakat selama ini tidak pernah saling bersinggungan” jelas Hizzi

Mengenai masyarakat yang keberatan soal itu, Hizzi mengatakan “sudah ada beberapa teman-teman LSM yang mewakili masyarakat langsung melaporkan ke pihak kepolisian dan pihaknya sangat mendukung langkah atau upaya-apaya hukum terkait perkara ini agar jangan sampai ada masyarakat yang bertindak atau main hakim sendiri karena Negara ini Negara hukum.

Baca Juga :  Sekjen PPNI : 2021 Angin Segar Buat Nakes 1 Tahun STR di Permudah

“kita mempunyai kewajiban yang sama menciptakan kondusifitas wilayah. Yang terpenting sekarang kita tetap kawal proses pelaporan yang sudah kita lakukan agar pihak APH bertindak secara profesional dan proporsional” kata Lalu Hizzi dalam cloosing statemenya (rl)

TERPOPULER

Berita terbaru