close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Temukan Indikasi Kejanggalan Pemilu DPD Dapil NTB, Tim ASA Lapor ke Bawaslu

Mataram,PorosLombok.com | Tim Calon anggota DPD RI Achmad Sukisman...

Meneropong Capain PAD Bapenda Lotim dari Beberapa Sisi, Meningkatkah?

LOTIM - PorosLombok.com | Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)...

Berdasarkan D1 Hasil Rekapitulasi, Nama Dedy Botak Nangkring di Urutan Pertama

LOTIM - PorosLombok.com | Salah satu Caleg muda potensial...

Ketum ALARM NTB Angkat Bicara, Terkait Issu Adanya Dugaan Penistaan Ulama

LOTENG, Poroslombok -Menanggapi terkait soal salah seorang warga Kota Mataram yang diduga menistakan Ulama’ di media sosial/Facebook beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari Ketua Umum Aliansi Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat (ALARM-NTB)

Melalui akun akun Facebook bernama Ni Putu Rediyanti Shinta itu mengunggah tulisan yang diduga menghina almarhum Ustad Tengku Zulkarnain

Munculnya ragam tanggapan dari warga netizen yang sebagian besar mengecam atas tindakan pemilik akun tersebut tidak bisa lagi dielakkan

“Syukurlah, Satu persatu perusuh bangsa tersingkirkan. Entah wafat atau dipenjara. Yg wafat akhirnya ketemu deh sm ribuan bidadari syurga nya,” tulis Ni Putu Shinta, Senin (10/5/2021) lalu.

Baca Juga :  Bupati Sukiman Pimpin Apel Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-77 di Lombok Timur

Tulisan tersebut sontak NTB khususnya masyarakat Lombok geram. Status tersebut dinilai dapat memantik konflik atau perpecahan ditengah-tengah masyarakat khususnya pulau seribu masjid

Mencermati hal tersebut, Ketua Umum ALARM- NTB, Lalu Hizzi mengatakan Status pemilik akun, Ni Pintu Rediyanti Shinta tersebut murni pernyataan pribadi, bukan kelompok atau golongan, namun yang bersangkutan kebetulan saja agamanya non Muslim, jadi ini tidak ada kaitannya dengan kelompok, suku atau golongan agama tertentu ucap lalu hizzi pada jumat (14/5)

Baca Juga :  FWMO Gandeng Bangkesbangpol dan MUI Gelar Dialog Kebangsaan

“Pada prinsipnya kita tidak ingin ada oknum atau pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh atau membuat gaduh di pulau yang sama-sama kita cintai ini, kita sudah hidup rukun, damai sejak dulu, mayoritas dan minoritas kelompok masyarakat selama ini tidak pernah saling bersinggungan” jelas Hizzi

Mengenai masyarakat yang keberatan soal itu, Hizzi mengatakan “sudah ada beberapa teman-teman LSM yang mewakili masyarakat langsung melaporkan ke pihak kepolisian dan pihaknya sangat mendukung langkah atau upaya-apaya hukum terkait perkara ini agar jangan sampai ada masyarakat yang bertindak atau main hakim sendiri karena Negara ini Negara hukum.

Baca Juga :  Oknum Caleg Dapil 2 Lotim Diduga Main Tempel Mesra dengan Bawaslu

“kita mempunyai kewajiban yang sama menciptakan kondusifitas wilayah. Yang terpenting sekarang kita tetap kawal proses pelaporan yang sudah kita lakukan agar pihak APH bertindak secara profesional dan proporsional” kata Lalu Hizzi dalam cloosing statemenya (rl)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru