(PorosLombok.com) – Antusiasme warga terhadap MotoGP Mandalika 2025 terlihat jelas. Sebanyak 2.000 tiket yang dialokasikan untuk Kabupaten Lombok Timur ludes terjual hanya dalam beberapa hari sejak dipasarkan.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Juaini Taufiq, menyebut penjualan berlangsung cepat berkat keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dan kalangan usaha.
“Alhamdulillah, semua tiket sudah habis. Respons masyarakat luar biasa,” ujarnya, Jumat (3/10).
Ia menegaskan ASN tidak diwajibkan membeli, melainkan hanya diminta ikut membantu promosi. Harga khusus Rp400 ribu diberikan bagi pegawai, lebih rendah dari tarif Rp450 ribu untuk masyarakat NTB.
Selain ASN, sejumlah pengusaha lokal juga diminta ikut serta. Pemilik hotel, pengusaha tembakau, hingga pelaku usaha lainnya diminta membeli sekaligus memasarkan tiket.
“Arahan Pak Bupati jelas, sektor usaha harus terlibat,” kata Juaini.
Meski jumlah UMKM dari Lombok Timur yang ikut dalam event tahun ini berkurang—sekitar 15–20 unit—daerah ini tetap mengambil peran penting. Pengurangan itu mengikuti kebijakan Pemprov NTB agar partisipasi antar kabupaten lebih merata.
Juaini menilai dampak terbesar MotoGP justru dirasakan sektor pendukung. Pasokan hortikultura, tenaga kerja, hingga logistik banyak bersumber dari Lombok Timur.
“Kita tetap jadi penyangga utama,” ujarnya.
Namun, sektor pariwisata disebut belum merasakan dampak signifikan. Beberapa destinasi seperti Tetebatu dan Kembang Kuning memang dikunjungi, tetapi jumlah wisatawan belum sesuai harapan.
Wisatawan domestik, terutama dari Jawa dan Bali, cenderung memilih hotel dengan fasilitas lobi atau ruang komunal dibanding homestay yang mendominasi Lombok Timur.
“Ini tantangan untuk pengelola, karena kebanyakan akomodasi kita berupa homestay,” jelas Juaini.
Ia menegaskan MotoGP harus dijadikan momentum promosi jangka panjang, bukan sekadar agenda tahunan.
“Kalau pengunjung nyaman, mereka bisa kembali bersama keluarga. Kuncinya, ekspektasi wisatawan di media sosial harus sesuai dengan kenyataan,” tegasnya.
Juaini berharap keramahan masyarakat Lombok Timur menjadi kesan terbaik bagi tamu MotoGP.
“Pelayanan warga adalah modal utama agar mereka ingin datang lagi,” tutupnya.
(Arul/PorosLombok.com)















