PorosLombok.com – Proses evakuasi pendaki asal Brasil yang terjatuh ke jurang sedalam 600 meter di kawasan Cemara Tunggal, Gunung Rinjani, masih berlangsung, Rabu (25/6).
Tim penyelamat dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Lotim, serta unsur relawan, terus berjibaku di medan ekstrem.
Kepala BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, menyebut pengangkatan korban dimulai pukul 06.55 WITA. Hingga pukul 10.30 WITA, proses evakuasi sudah mencapai ketinggian 400 meter dari dasar jurang.
“Jika cuaca memungkinkan, korban diperkirakan tiba di atas antara pukul 12.00 hingga 13.00 WITA,” kata Mulyadi saat dihubungi dari Pos Sembalun.
Evakuasi dilakukan secara manual dengan sistem tali dan tandu, melintasi tebing curam dan licin. Kabut tebal masih menyelimuti lokasi, menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan.
Sementara itu, helikopter milik Basarnas disiagakan di helipad Kecamatan Sembalun. Heli dijadwalkan lending pukul 07.52 WITA dan akan membawa korban untuk penanganan medis segera setelah berhasil diangkat ke permukaan.
Petugas terus berpacu dengan waktu dan cuaca. Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan penuh risiko.
(arul/PorosLombok)















