PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur Haji Haerul Warisin melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Kayangan untuk mencegah pengiriman gas LPG 3 kg ke luar daerah pada Selasa (14/04/2026) malam.
Langkah ini diambil agar jatah gas untuk warga Lombok Timur tidak dibawa ke Pulau Sumbawa. Bupati ingin memastikan masyarakat kecil tetap bisa mendapatkan gas subsidi dengan mudah tanpa kelangkaan.
”Saya tidak peduli soal kewenangan siapa, tapi kalau urusan rakyat, saya harus berani membela mereka,” ujar Bupati Lombok Timur, Haji Haerul Warisin.
Bupati menegaskan bahwa pengawasan harus diperketat meski aturan kuota ada di Pertamina. Ia tidak ingin melihat warga sendiri kesulitan mendapat gas karena barangnya justru dijual ke daerah lain.
Petugas Satpol PP memeriksa setiap truk yang masuk ke pelabuhan hingga tengah malam. Mereka membongkar muatan kendaraan yang mencurigakan untuk mencari tabung gas yang mungkin sengaja disembunyikan.
Polisi dan pihak pelabuhan juga diminta bekerja sama untuk menunda keberangkatan kapal jika pemeriksaan belum selesai. Hal ini dilakukan demi keamanan stok energi bagi seluruh penduduk di Lombok Timur.
Pemeriksaan Ketat Kendaraan dan Jaminan Ketersediaan Gas Melon
”Saya perintahkan bongkar semua truk, kalau ditemukan ada LPG di sana, itu jelas sebuah kesalahan,” jelas Haji Haerul Warisin.
Saat pemeriksaan, petugas menemukan sebuah truk yang membawa sekitar 500 tabung gas melon. Bupati langsung memerintahkan petugas untuk menimbang tabung tersebut guna memastikan isinya bukan gas bersubsidi yang penuh.
Setelah dicek secara teliti, ternyata ratusan tabung tersebut adalah tabung kosong yang rusak dan hendak diperbaiki. Sopir truk juga menunjukkan surat resmi pengiriman barang kosong tersebut menuju Pulau Sumbawa.
Meskipun tidak ditemukan pelanggaran, Bupati berjanji akan terus memantau pintu keluar daerah secara rutin. Pengetatan ini bertujuan agar para pedagang nakal tidak berani bermain dengan jatah gas milik rakyat.
Pemerintah daerah berharap ketersediaan gas di pasar tetap stabil sehingga harganya tidak melambung tinggi. Kesadaran semua pihak sangat diperlukan agar distribusi gas melon ini bisa tepat sasaran bagi warga miskin.
”Kami ambil contoh timbangan secara acak agar tidak dibohongi, dan ternyata memang benar itu tabung kosong,” pungkasnya.*















