Bupati Sukiman Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Penataan Area Makam Syekh TGH.M. Ali Batu

LOTIM | Poroslombok.com –

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, hadiri acara Haul Syekh TGH.M. Ali Batu yang ke-131 dan peletakan batu pertama penataan area peziarah Makam TGH. Ali Batu di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Sabtu (26/3/22).

Hadir juga dalam acara tersebut Camat Sakra, Kapolsek Sakra, Koramil Sakra, Kepala KUA Sakra, beberapa pejabat lingkup Pemkab Lotim dan beberapa orang tokoh agama serta ratusan jamaah pengikut Syekh TGH. Muhammad Ali Batu.

Membuka pidatonya, Bupati Sukiman Azmy menyampaikan perihal pandemi covid-19 yang belakangan sudah mulai terkendali, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

Karnanya, orang nomor satu di Lombok Timur ini meyakinkan kepada jamaah yang hadir agar tidak perlu takut lagi untuk berkumpul dan bersalaman. Bahkan masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk menggelar acara serupa.

“Termasuk dalam melaksanakan shalat-shalat berjama’ah di masjid, silahkan dirapatkan saja syafnya. Karna itu bagian daripada kesempurnaan shalat,” katanya meyakinkan.

Pada kesempatan itu juga dirinya kembali mengungkapkan perihal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur yang masih berada pada posisi ke-8 dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di NTB.

Dimana, lanjut Sukiman, salah satu indikatornya adalah masih tingginya angka putus sekolah, serta masih rendahnya masa sekolah di Lombok Timur. Karnanya ia berharap, kedepan tidak boleh ada lagi anak-anak di daerah ini yang putus sekolah maupun yang masa sekolahnya sedikit.

“Yang terputus sekolahnya di tingkat SD-SMP silahkan mengikuti paket B, dan yang terputus di SMA/MA/SMK silahkan mengikuti paket C,” agar bisa mendapatkan ijazah,” tandasnya.

Demikian juga dengan masalah kesehatan, kata dia lagi, bahwa tidak boleh ada lagi masyarakat Lombok Timur yang tidak mendapatkan akses kesehatan yang memadai.

Karnanya, Pemda Lombok Timur disebutnya telah membantu masyarakat yang tidak memiliki kartu BPJS agar mendapatkan kartu BPJS yang dibayarkan pemerintah.

Atas dasar itu Bupati berharap, agar pada tahun 2023 nanti posisi IPM Lombok Timur bisa naik, minimal satu tingkat atau berada di posisi ke-7.

Masih dalam kesempatan yang sama Bupati juga menyinggung terkait adanya salah satu Masjid kecil yang berada di sebelah barat Polsek Sakra yang menurut laporan masyarakat sebagai tempat kegiatan shalat jum’at kelompok tertentu yang dimana jama’ahnya juga berasal dari luar Sakra.

Hal itu jika dibiarkan akan dapat meresahkan masyarakat sekitar. Karnanya Bupati berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut secepatnya, demi menjaga kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.

“Nanti kita akan kita bicarakan, siapa yang memiliki dan siapa yang mendirikan masjid kecil itu. Kalo perlu kita beli, ya kita beli,” tegasnya.

Dikatakan Bupati, nantinya masjid kecil tersebut akan dirubah menjadi mushalla sebagai tempat beribadah bagi masyarakat sekitar, dan tidak boleh ada lagi pengkhususan bagi orang-orang tertentu.

“Di Sakra ini, sudah ada masjid besar yang bisa menampung banyak jama’ah. Lalu kenapa harus ada yang memisahkan diri? Silahkan kalo mau jum’atan bisa di sana, bisa di moyot, bisa di rumbuk,” terang Sukiman memungkasi.

Setelah menutup pidatonya, Buapti menggelar sehelai sorban sembari mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menyumbangkan rejekinya, sebagai tambahan biaya dalam merenovasi are makam tersebut.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU