(PorosLombok.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, memberikan apresiasi tinggi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Arip Jaelani Masbagik.
Dapur ini menjadi yang pertama melakukan terobosan dengan menyerap langsung hasil produksi unit usaha desa.
Langkah konkret tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan BUMDes Bareng Mele sebagai pemasok utama bahan baku ikan air tawar.
Juaini menilai pola ini sangat efektif dalam memastikan program nasional berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan.
”Tentu kita apresiasi, karena MBG (Makan Bergizi Gratis) harusnya berdampak. Dan dampak itu bisa terjadi apabila tata kelolanya bisa berdampak kepada masyarakat sekitarnya,” ujar Juaini Taofik.Kepada Poroslombok, Rabu (14/01/2026).
Ketua Satgas MBG Lombok Timur ini menegaskan bahwa kehadiran program gizi harus menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha lokal. Keterlibatan BUMDes dianggap sebagai kunci utama dalam memperkuat rantai pasok pangan di tingkat bawah.
”Makna kehadiran MBG itu tidak hanya sekadar memenuhi gizi pelajar, tetapi juga berdampak kepada ekonomi lokal. Kita menyambut baik,” tuturnya.
Juaini secara khusus menyoroti keberanian pengelola dapur Masbagik yang memulai inisiatif kolaborasi ini. Ia berharap langkah SPPG Arip Jaelani menjadi standar baru yang diikuti oleh seluruh dapur penyedia gizi di Lombok Timur.
”Harapan kita ke depan untuk dapur-dapur yang lain agar mengikuti apa yang dilakukan oleh Dapur Jaelani ini, yang berani merangkul BUMDes untuk MBG ini,” tegas Juaini.
Selain BUMDes, ia mendorong pelibatan Koperasi Desa Merah Putih guna memastikan ketersediaan pangan lokal tetap terjaga. Optimalisasi potensi pekarangan hingga hasil laut warga harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dapur.
”Intinya bagaimana memanfaatkan, mengandalkan pangan lokal dulu. Di sana ada lapangan pekerjaan, di sana ada daya beli masyarakat,” jelasnya.
Integrasi antara pemenuhan gizi dan penyerapan produk desa ini diyakini akan meningkatkan skala ekonomi daerah secara signifikan. Ia mengajak agar seluruh pihak menjaga konsistensi ekosistem ekonomi yang mulai terbentuk ini.
”Sehingga skala ekonomi kita bisa meningkat juga. Mungkin itu,” pungkas Juaini.
















