Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Desa Loyok, Kecamatan Sikur, terus menggulirkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi dan pembentukan Koperasi Merah Putih, Selasa (27/5), di Balai Desa Loyok.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi lokal dan membuka peluang kesejahteraan bagi warga.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Loyok dalam sambutannya menekankan pentingnya memilih pengurus koperasi yang benar-benar memenuhi kriteria, memiliki kompetensi, dan pengalaman di bidang koperasi.
“Usahakan kalau pendidikannya mencukupi syarat, kenapa tidak kita manfaatkan yang belum punya pekerjaan. Tujuannya untuk mengurangi pengangguran,” tegasnya.
Ia berharap koperasi ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi warga dan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok secara mudah dan terjangkau.
Sesuai arahan pemerintah pusat, Koperasi Merah Putih nantinya akan bergerak di bidang sembako, pergudangan, apotek, serta simpan pinjam.
Camat Sikur, Saharudin, menyebutkan pembentukan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang pendirian Koperasi Merah Putih di seluruh desa di Indonesia.
“Berdasarkan hasil Zoom meeting Selasa (20/5), pembentukan Koperasi Merah Putih harus selesai paling lambat 31 Mei 2025. Proses legalitas badan hukum ditargetkan rampung 30 Juni, dan launching oleh Presiden pada Hari Koperasi, 12 Juli 2025,” jelasnya.
Hingga saat ini, 13 desa di Kecamatan Sikur sudah membentuk koperasi. Tinggal satu desa, yakni Desa Kotaraja, yang dijadwalkan membentuk koperasi pada Rabu (28/5).
Saharudin berharap koperasi yang terbentuk bisa dikelola dengan sungguh-sungguh agar dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata.
“Kami tak ingin koperasi ini bernasib seperti sebelumnya, banyak yang tidak berkembang bahkan bubar. Kami yakin, jika dikelola serius, desa akan lebih mandiri,” ujarnya.
Ketua BPD Loyok, Kamhar, S.Pd., turut memberikan harapan agar koperasi ini dijalankan dengan semangat gotong royong dan keberlanjutan.
“Koperasi pada dasarnya adalah ekonomi kerakyatan dan gotong royong. Pengawasan juga penting untuk melihat apakah koperasi ini berkembang atau tidak,” ujarnya.
Kamhar optimistis koperasi ini akan berkontribusi besar, terutama dalam penyediaan sembako dan layanan simpan pinjam untuk masyarakat.
(Erwin/porosLombok)















