LOMBOK TIMUR- Mendekati Hari Raya Idul Adha 1442 H, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, terus berupaya menjamin kesehatan hewan kurban, terutama Sapi dan Kambing.
Kepala Bidang Kesehatan Lombok Timur, Drh. Hultatang menjelaskan kepada Poros Lombok, Rabu (13/7), sebelum disembelih hewan kurban terlebih dahulu harus lolos pemeriksaan ante mortem dan pos mortem.
“Jadi sebelum dilakukan penyembelihan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan ante morte dan pos mortem, untuk melihat hesehatan fisik dari hewan tersebut,” jelas Hultatang.
Ia pun menambahkan, dengan diberlakukannya PPKM Darurat Imbangan oleh Pemerintah Kabupaten Lotim, mulai 13 juli sambungnya, pihaknya terus melakukan sosialisasi, terkait mekanisme penyembelihan hewan kurban di masa pandemi COVID-19.
“Dimana ketika 7 orang berkumpul berpotensi terjadi penularan, untuk itu kami sampai saat ini masih mengedukasi masyarakat tentang penerapan prokes ketika penyembelihan hewan kurban,” tambahnya.
Hultatang menyarankan penyembelihan dilakukan di tempat tertutup, kemudian proses pendistribusian ke masyarakat dilakukan di wilayah masing-masing dalam bentuk bingkisan.
“Idealnya saat pandemi ini, pemotongan harus dilakukan di dalam ruangan tertutup, setelah selesai dipotong dan dikemas oleh panitia, baru daging tersebut dibagikan,” ujarnya.
Lebih lanjut Hultatang menjelaskan, perlakuan terhadap hewan kurban sangat berpengaruh terhadap kualitas daging.
“Sejatinya sebelum disembelih, hewan harus diberikan perlakuan yang istimewa sesuai syariat agama agar dagingnya berkualitas,” tutupnya. (*)


















