Hadiri Acara Temu Kangen “Raga Sukma”, Ini Pesan Menyentuh Sukiman Azmy

LOTIM  Poroslombok.com 

Salah satu komunitas pemuda yang tergabung dalam relawan “Raga Sukma” menggelar acara Temu Kangen di Aula Kantor Camat Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (05/12/21).

Ketua Raga Sukma, Lukman, dalam sambutannya menyampaikan ucapan rasa syukur dan terimakasih serta rasa bangga atas kehadiran seluruh perwakilan anggota Raga Sukma sebagai wujud nyata bahwa Raga Sukma itu masih eksis dan solid hingga saat ini.

Lukman menguraikan, bahwasanya Raga Sukma adalah sebuah lembaga sosial yang muncul dari akar rumput dengan didasarkan pada niat untuk kemajuan Lombok Timur, terutama wilayah selatan.

Secara khusus ia menyampaikan bahwa kehadiran Raga Sukma pada awal tahun 2017 lalu merupakan bentuk ekspresi dari munculnya sebuah keinginan untuk bersama-sama memajukan wilayah selatan.

Pada kesempatan itu juga Lukman menyampaikan, Raga Sukma dari awal, kini dan kedepan tetap akan menjadi partner pemerintah dalam membangun wilayah Lombok Timur. Karna dia berkeyakinan, ketika hanya berdiam diri menjadi penonton maka tentu pemerintah tidak akan mampu optimal.

Ia menandaskan, bahwa Raga Sukma ingin membangun atas dasar kekeluargaan, bukan atas dasar biologis bukan pula idealis. “Organisasi yang besar bukan karna ada satu orang yang menjadi Superman, tetapi organisasi akan menjadi kuat karna adanya Superteam,” ucapnya menandaskan.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Lukman membacakan sebuah pantun yang yang isinya seperti berikut, “Pergi ke marang membeli kurma, membawa air untuk muda-mudi – ini kami relawan Raga Sukma, ye lek julu ye lek mudi” ucap Lukman mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, HM. Sukiman Azmy, dalam sambutannya memaparkan sebuah kisah heroik yang terjadi pada tahun 2017 silam. Disebuah rumah tepat dibelakang lapangan umum sakra menjadi saksi sejarah terbentuknya relawan Raga Sukma.

“Pada saat itu, disaat kita ditempa kesulitan, kita menyatukan tekad untuk bersama-sama berjuang. Itulah awal mula Raga Sukma berdiri, dan Alhamdulillah sampai saat ini masih eksis,” paparnya mengisahkan.

Di hadapan pengurus dan anggota Raga Sukma, Camat Sakra dan tamu undangan lainnya, Sukiman meyakinkan bahwasanya pengorbanan serta dukungan yang telah diberikan tidak menjadi sia-sia.

Dikatakan Sukiman, ditengah keterbatasan akibat dari terpaan gempa bumi yang kemudian ditambah dengan terpaan pandemi covid-19, pemerintahan Sukma telah mampu meraih berbagai prestasi meskipun tidak prestisius.

Kaitannya dengan prestasi, Sukiman memaparkan, pada tahun 2020 lalu pemprov NTB bersama Korem 162 Wirabakti dan Polda NTB melaksanakan sebuah kegiatan, yakni Lomba Kampung Sehat jilid satu, dimana pada saat itu Lombok Timur keluar sebagai juara satu.

Sedangkan pada tahun ini, terang dia lagi dalam penyampaiannya, dimana Lombok Timur berhasil menyabet 10 penghargaan nominasi terbaik dari 22 nominasi yang dilombakan. “Bupati dapat nomor 1 di dua bidang, Kapolres dapat nomor satu disatu bidang dan nomor 2 dibidang yang lain, Camat dapat nomor 1 disatu bidang dan nomor 2 dibidang yang lain dan seterusnya,” kata dia merincikan.

Pada kesempatan itu juga ia berpesan agar semangat perjuangan yang telah dibangun selama ini dapat dipelihara dengan sebaik-baiknya, karna masih ada perjuangan yang harus dilakukan bersama-sama antara masyarakat, birokrasi, intelektual dan para pemilik modal.

“Empat komponen ini jika bersatu, maka InsyaAllah apapun yang kita lakukan pasti akan berhasil dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Dikarenakan hal itu, Sukiman mengusulkan agar yel-yel (sesandik) Raga Sukma yang berbunyi “Ye Lek Julu Ye Lek Mudi” ditambah menjadi “Ye Lek Julu Ye Lek Tengak Ye Lek Mudi”. Adapun makna yel-yel tersebut jelas sukiman, dari depan menuntun dari tengah dia memberikan semangat dan dari belakang dia mendorong.

Disaat yang sama, Sukiman juga tidak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada Raga Sukma yang sejak perjuangannya dimasa lalu hingga saat ini tidak pernah menuntut apapun dari hasil perjuangannya. Ia menyebut, bahwa Raga Sukma adalah kelompok relawan yang telah tulus ikhlas dalam berjuang.

“Raga Sukma tidak pernah meminta imbal balas. Oleh karna itu saya berpesan kepada Raga Sukma, teruskanlah perjuangan seperti itu, dengan tekad seperti itu sesuai dengan ajaran Nabi kita, dan dilaksanakan dengan ikhlas dan tulus tanpa pamrih,” pesannya memungkasi.

Untuk diketahui bahwa kelompok relawan Raga Sukma dibentuk pada tahun 2017 lalu. Saat itu komunitas tersebut berasal dari 5 Kecamatan di wilayah selatan. Yakni Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru. Belakangan bertambah menjadi 6 Kecamatan setelah bergabungnya Kecamatan Sikur.

Setelah berhasil mengantarkan pasangan Sukma menjadi Bupati dan Wakil Bupati di Lombok Timur, kelompok relawan yang digawangi oleh, Lukman sebagai ketua, dan Indra Ainul Yakin Khattab sebagai sekertaris masih menunjukkan eksistensinya hingga saat ini.

Meski lahir dari rahim politik dalam rangka mendukung pasangan Sukma pada kontestasi pilkada Lotim tahun 2018 lalu, namun dalam perjalanannya, belakangan komunitas tersebut bermetamorfosis menjadi lembaga yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan.

“Nama Raga Sukma akan tetap kita pertahankan. Karna nama tersebut memiliki makna filosofis, yakni satu badan dan satu hati (ie lek julu ie lek mudi),”terang sekretaris Raga Sukma, Indra Ainul Yakin Khattab, kepada poroslombok.

Indra juga menegaskan, bahwa kedepan komunitas ini tidak akan menutup diri dari kegiatan-kegiatan berbau politik meski sudah lebih fokus bergerak dibidang sosial. Namun begitu ia juga menegaskan kesamaan visi dan misi perjuangan menjadi dasar pertimbangannya kedepan.

(anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU