(Lombok Timur, PorosLombok.com) — Desa Dames Damai merayakan Hari Ulang Tahun ke-14 dengan serangkaian acara meriah untuk memperingati momen istimewa ini. Acara puncak dari perayaan tersebut adalah jalan sehat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan tujuan mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong di antara warga.
Acara ini diprakarsai oleh Karang Taruna Desa Dames Damai dengan dukungan Pemerintah Desa. Perayaan dimulai dengan pawai “nyion dulang” dan “nyion nyiru,” tradisi lokal yang melibatkan warga berjalan kaki menuju kantor desa. Pawai ini bukan hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga upaya melestarikan budaya yang diwariskan turun-temurun. Dalam pawai, peserta mengenakan pakaian tradisional dan membawa dulang serta nyiru, menambah keunikan acara.
Seiring dengan pawai, warga dan pemerintah desa bersama Karang Taruna melakukan penanaman 1.000 pohon di wilayah desa. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memperluas ruang hijau desa, diharapkan memberikan manfaat jangka panjang seperti udara bersih dan lingkungan yang lebih asri.
Di sekitar kantor desa, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut memeriahkan perayaan dengan membuka stan makanan khas. Produk lokal yang ditawarkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, sekaligus menjadi kesempatan bagi UMKM untuk mempromosikan produk mereka dan meningkatkan perekonomian lokal.
Kepala Desa Dames Damai, Sa’dul Absor, menyatakan bahwa rangkaian acara HUT ke-14 ini tidak hanya berfokus pada hiburan. “Selain jalan sehat, kami juga mengadakan bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, penghijauan, dan pesta rakyat,” ungkapnya pada 8 September 2024. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.
Parade Dulang menjadi salah satu acara yang paling menarik perhatian, diikuti oleh anggota Karang Taruna dan beberapa artis lokal yang diundang untuk menghibur masyarakat. Kehadiran artis lokal menambah semarak acara dan memberikan hiburan berkualitas bagi warga.
Beragam kesenian lokal turut dipertunjukkan selama perayaan, termasuk penampilan sanggar seni gendang belek, klenang nunggal hodroh, dan seni tari tradisional. Kesenian ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya bagi generasi muda. Pelaku UMKM menampilkan produk unggulan seperti cabai dan pepaya California, yang telah dipasarkan hingga ke Bali, Sumbawa, dan Jawa, membuktikan kualitas produk lokal yang mampu bersaing di pasar luar daerah.
Sebagai puncak dari rangkaian acara, jalan sehat bersama digelar selama tiga hari, dari 6 hingga 8 September. Jalan sehat ini menjadi ajang olahraga bersama sekaligus simbol kebersamaan dan solidaritas warga Desa Dames Damai, menjadikan perayaan HUT yang meriah dan penuh makna.
(Red)
















