Isu Pendidikan Jadi Sorotan, Sekda Lombok Timur Bedah Data Sekolah di PKKMB Hamzanwadi

Sekda Lombok Timur Juaini Taofik membedah data lonjakan mutu pendidikan dan kebijakan publik di hadapan 2.200 mahasiswa baru Universitas Hamzanwadi saat PKKMB 2026.

PorosLombok.com – Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menyoroti capaian sektor pendidikan saat menyampaikan materi kebijakan publik di depan 2.200 mahasiswa baru Universitas Hamzanwadi dalam kegiatan PKKMB di GOR Hamzanwadi, Selasa (22/9).

Juaini membedah data statistik yang menunjukkan lompatan besar kualitas pendidikan di Lombok Timur dalam kurun 25 tahun terakhir. Rata-rata lama sekolah warga saat ini mencapai 7,71 tahun, sedangkan angka harapan lama sekolah melonjak hingga menembus 14,08 tahun.

“Dalam 25 tahun terakhir, perkembangan Lombok Timur sangat jauh berbeda dibandingkan kondisi sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan mutu pendidikan, meskipun masih diperlukan kerja bersama untuk terus memperbaikinya,” ujarnya.

Indikator harapan lama sekolah setara jenjang perguruan tinggi tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat untuk berkuliah semakin tinggi. Pemerintah daerah menjadikan capaian ini sebagai dasar penentuan prioritas alokasi anggaran dan penyusunan regulasi daerah.

Proses penetapan kebijakan publik di tingkat lokal harus melewati enam tahapan sistematis. Alur tersebut meliputi identifikasi masalah, penyusunan agenda kebijakan, formulasi, pengambilan keputusan, implementasi di lapangan, hingga tahap evaluasi menyeluruh.

Juaini menegaskan bahwa tidak semua persoalan warga secara otomatis menjadi agenda resmi pemerintah. Pemkab Lombok Timur wajib memfilter setiap isu berdasarkan tingkat urgensi, besaran dampak bagi masyarakat luas, serta batas kemampuan APBD yang tersedia.

Sekda menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Universitas Hamzanwadi sebagai perguruan tinggi unggulan daerah. Kampus ini terbukti konsisten meningkatkan mutu sumber daya manusia dan mendorong Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Lombok Timur.

Kehadiran jajaran birokrasi dalam orientasi kampus merupakan bentuk penghargaan atas peran historis Universitas Hamzanwadi. Sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan hingga pelosok.

Dalam pemaparannya, Juaini menjelaskan bahwa kebijakan publik mencakup berbagai bentuk keputusan strategis. Produk regulasi tersebut dapat berupa undang-undang, standar pelayanan publik, hingga peraturan daerah yang mengikat seluruh warga.

Sekda juga berinteraksi langsung dan mendorong para mahasiswa baru untuk tidak pasif di ruang kuliah. Maba diharapkan berani menyampaikan gagasan konstruktif, peka terhadap masalah lingkungan sekitar, serta mengasah kemampuan berorganisasi sejak dini.

Pemerintah daerah menganggap sektor pendidikan sebagai fondasi utama untuk memutus rantai kemiskinan. Oleh karena itu, perbaikan sarana dan peningkatan mutu pembelajaran terus mendapat porsi perhatian besar dalam setiap kebijakan anggaran daerah.

Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi bersama jajaran pimpinan kampus turut mendampingi jalannya pemaparan materi. Pihak rektorat memastikan para mahasiswa baru memahami peran penting akademisi dalam mengawal setiap kebijakan pembangunan daerah.

Kegiatan PKKMB 2026 ini didesain agar mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus. Forum ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang berpikir kritis, aktif, serta mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat di Lombok Timur.

Pelaksanaan orientasi tahun ini diikuti secara serentak oleh ribuan mahasiswa baru dari berbagai latar belakang. Seluruh peserta tercatat tersebar di tujuh fakultas yang ada di lingkungan Universitas Hamzanwadi.

Antusiasme peserta terlihat saat Sekda memaparkan peran penting APBD dalam membiayai program-program publik. Mahasiswa mendapat gambaran langsung mengenai tantangan pemerintah dalam membagi alokasi anggaran secara adil dan proporsional.

Rangkaian materi kebijakan publik ini diharapkan menjadi pembekalan awal agar 2.200 mahasiswa baru siap menjadi penggerak perubahan yang konstruktif bagi Kabupaten Lombok Timur.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU